اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.
Baca Surat Al-Qadr (Kemuliaan — القدر) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 5 ayat Makkiyah (Juz 30) — surat ke-97 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. Al-Qadr menceritakan keistimewaan malam Lailatul Qadar, malam diturunkannya Al-Quran, yang nilainya lebih baik dari seribu bulan atau setara delapan puluh tiga tahun beribadah. Pada malam tersebut para malaikat dan Jibril turun dengan izin Allah membawa segala urusan, dan malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar..
Surat Al-Qadr adalah surat Makkiyah (menurut pendapat mayoritas ulama) yang turun untuk menjelaskan keagungan malam diturunkannya Al-Quran. Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ pernah menceritakan tentang seorang dari Bani Israil yang berperang di jalan Allah selama seribu bulan, maka para sahabat merasa kagum dan berharap bisa mendapat pahala yang sama. Allah kemudian menurunkan surat Al-Qadr untuk memberitahukan bahwa umat Muhammad ﷺ dianugerahi malam Lailatul Qadar yang pahalanya lebih baik dari seribu bulan beramal.
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan At-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr
Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
tanazzalul-malâ'ikatu war-rûḫu fîhâ bi'idzni rabbihim, ming kulli amr
Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ
salâmun hiya ḫattâ mathla‘il-fajr
Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.
Anda baru saja membaca Surat Al-Qadr.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.
Al-Qadr menceritakan keistimewaan malam Lailatul Qadar, malam diturunkannya Al-Quran, yang nilainya lebih baik dari seribu bulan atau setara delapan puluh tiga tahun beribadah. Pada malam tersebut para malaikat dan Jibril turun dengan izin Allah membawa segala urusan, dan malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar. Surat Al-Qadr terdiri dari 5 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).
Surat Al-Qadr terdiri dari 5 ayat dan terdapat pada juz 30 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 1 menit.
Nama "Al-Qadr" (القدر) berarti "Kemuliaan" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-97 dalam urutan mushaf Al-Quran.
Surat Al-Qadr termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.
Surat Al-Qadr dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.
Nabi ﷺ bersabda: "Barang siapa yang mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Al-Bukhari & Muslim) Nabi ﷺ bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan dan menganjurkan umatnya untuk melakukan hal yang sama. (HR. Al-Bukhari & Muslim) Aisyah radhiyallahu 'anha bertanya kepada Nabi ﷺ tentang doa yang dibaca jika mendapati Lailatul Qadar, dan beliau mengajarkan: 'Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni' (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkanlah aku). (HR. At-Tirmidzi & Ibnu Majah) Surat Al-Qadr menjadi landasan utama keutamaan bulan Ramadan dan malam Lailatul Qadar dalam Islam.