Berikutnya Allah bersumpah dengan “malam yang sepuluh”. Yang dimaksud adalah sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, yang merupakan hari-hari yang sangat dimuliakan beramal pada hari-hari tersebut, sebagaimana diinformasikan hadis berikut:
مَا مِنْ أَيَّامٍ اَلْعَمَلُ الصَّالِحُ أَحَبُّ اِلَى اللّٰهِ فِيْهِنَّ ِمنْ هَذِهِ الأيَّامِ. (رواه البخاري عن ابن عباس)
Tidak ada hari apa pun berbuat baik lebih dicintai Allah padanya daripada hari-hari ini. (Riwayat al-Bukhārī dari Ibnu ‘Abbās)
Akan tetapi, ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud adalah sepuluh hari pertama bulan Muharram, atau sepuluh hari pertama bulan Ramadan, atau sepuluh hari pertama setiap bulan.