Semua yang diuraikan pada ayat-ayat di atas belum terlihat oleh manusia, maka kelompok ayat ini menegaskan tentang kebenaran informasi al-Qur'an dengan bersumpah menyebut wujud yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat,
Tafsir Al-Haqqah Ayat 38
فَلَآ اُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُوْنَۙ
fa lâ uqsimu bimâ tubshirûn
Maka, Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat
Tafsir Ringkas Surat Al-Haqqah Ayat 38
Tafsir Tahlili Surat Al-Haqqah Ayat 38
Menurut Muqātil bahwa ayat-ayat ini diturunkan berhubungan dengan sikap para pemuka Quraisy ketika mendengar bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, seperti perkataan al-Walīd bin al-Mugīrah bahwa sesungguhnya Muhammad seorang pesihir, perkataan Abū Jahal bahwa Muhammad seorang penyair, dan perkataan ‘Uqbah bahwa Muhammad seorang tukang tenung. Ayat ini membantah perkataan-perkataan itu.
Allah menegaskan kepada orang musyrik Mekah dengan bersumpah dengan makhluk-Nya, baik yang dapat dilihat, diketahui, dan dirasakan dengan pancaindra maupun tidak, bahwa Al-Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad itu benar-benar wahyu dari-Nya. Al-Qur’an bukan perkataan Muhammad atau perkataan yang diada-adakan Muhammad kemudian dikatakan sebagai firman Allah.
Dari perkataan bima tubṣirūn (segala yang dapat kamu lihat) dapat dipahami bahwa sebenarnya orang musyrik Mekah seharusnya dapat meyakinkan bahwa Al-Qur’an itu berasal dari Allah, bukan buatan Muhammad. Hal ini berdasarkan pada pengetahuan yang ada pada mereka, seperti pengetahuan tentang Muhammad, pengetahuan tentang gaya bahasa dan keindahan bahasa Arab yang terdapat dalam Al-Qur’an, dan isi Al-Qur’an itu sendiri. Kemudian dari perkataan “wamā la tubṣirūn” (dan apa yang tidak kamu lihat) dipahami bahwa banyak hal yang tidak diketahui oleh orang musyrik Mekah. Jika mereka mengetahui yang demikian itu, tentu akan dapat menambah keyakinan dan kepercayaan mereka kepada Muhammad.