Telah banyak generasi di masa lalu yang mengingkari hari Kiamat. Kelompok ayat ini mengungkap sekelumit tentang kaum yang mengingkari hari Kiamat dan sanksi yang mereka terima. Kaum Samud, dan ‘Ad telah mendustakan hari Kiamat.
Tafsir Al-Haqqah Ayat 4
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ وَعَادٌ ۢ بِالْقَارِعَةِ
kadzdzabats tsamûdu wa ‘âdum bil-qâri‘ah
(Kaum) Samud dan ‘Ad telah mendustakan al-Qāri‘ah (hari Kiamat yang menggetarkan hati).
Tafsir Ringkas Surat Al-Haqqah Ayat 4
Tafsir Tahlili Surat Al-Haqqah Ayat 4
Dalam ayat ini, diterangkan bahwa kaum Samud dan kaum ‘Ad tidak mempercayai adanya hari Kiamat. Mereka tidak percaya bahwa nanti akan terjadi kehancuran dunia dan peristiwa dahsyat yang huru-haranya tidak tertanggungkan. Hal ini juga difirmankan Allah:
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآ ۖ ١١ اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَاۖ ١٢ فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ ١٣ فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ ١٤
(Kaum) Samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (zalim), ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, “(Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya.” Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah). (as-Syams/91: 11-14)