Usai mengisahkan dialog antara Nabi Ibrahim dengan para malaikat yang bertamu ke kediamannya, pada ayat-ayat berikut Allah mengisahkan pembinasaan kaum Nabi Lut. Allah menyatakan, “Maka ketika utusan yang sebelumnya bertamu ke rumah Nabi Ibrahim itu datang kepada para pengikut Lut, dia berkata, “Sesungguh-nya kamu, wahai para tamu, adalah orang yang tidak kami kenal.” (Lihat: Surah al-'Ankabut/29: 23)
Tafsir Al-Hijr Ayat 62
قَالَ اِنَّكُمْ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ
qâla innakum qaumum mungkarûn
dia berkata, “Sesungguhnya kamu orang-orang yang tidak kami kenal.”
Tafsir Ringkas Surat Al-Hijr Ayat 62
Tafsir Tahlili Surat Al-Hijr Ayat 62
Setelah para malaikat menyampaikan kabar gembira kepada Ibrahim a.s. akan anugerah Allah kepadanya berupa kelahiran seorang putra dan berita akan kehancuran kaum Luṭ yang ingkar, mereka pun meninggalkan rumah Ibrahim menuju kota Sodom, negeri tempat tinggal kaum Luṭ yang terletak di daerah Yordania, untuk melaksanakan tugas yang telah dipikulkan Allah kepada mereka.
Kedatangan mereka secara tiba-tiba ke rumahnya tidak diduga-duga sedikit pun oleh Luṭ a.s. dan ia tidak mengetahui sedikit pun siapa para tamu yang datang itu. Hal ini tergambar dalam ucapan Luṭ ketika menyambut tamunya itu, “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang yang tidak dikenal.” Pada firman Allah yang lain digambarkan pula kegelisahan Luṭ dan ketidaktahuannya terhadap kaumnya itu.
Allah berfirman:
وَلَمَّآ اَنْ جَاۤءَتْ رُسُلُنَا لُوْطًا سِيْۤءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا
Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) datang kepada Luṭ, dia merasa bersedih hati karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka. (al-’Ankabūt/29: 33)
Dari ayat dipahami bahwa sebab kekhawatiran dan kegelisahan Nabi Luṭ itu ialah kedatangan tamu-tamu itu ke rumahnya secara tiba-tiba dan tidak terduga sebelumnya. Para malaikat itu menyamar seperti laki-laki rupawan yang sangat disukai oleh kaum Luṭ yang senang mengerjakan perbuatan homoseksual. Biasanya kalau datang laki-laki seperti itu, kaum Luṭ akan datang beramai-ramai ke rumahnya dan memaksa Luṭ menyerahkan tamunya kepada mereka. Seandainya Luṭ a.s. mengetahui dengan pasti bahwa yang datang itu para malaikat, tentulah dia tidak merasa khawatir karena dia percaya bahwa para malaikat dapat mempertahankan dan membela diri dari tindakan mereka itu.