Tafsir An-Naml Ayat 20

20

وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَآ اَرَى الْهُدْهُدَۖ اَمْ كَانَ مِنَ الْغَاۤىِٕبِيْنَ

Wa tafaqqadaṭ-ṭaira fa qāla mā liya lā aral-hudhud(a), am kāna minal-gā'ibīn(a).

Dia (Sulaiman) memeriksa (pasukan) burung, lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat Hudhud?546 Ataukah ia termasuk yang tidak hadir?

546) Hudhud adalah sejenis burung pelatuk yang bermahkota (berjambul).

Tafsir Ringkas Surat An-Naml Ayat 20

Jika pada ayat yang lalu Nabi Sulaiman memahami bahasa semut, pada ayat ini Nabi Sulaiman memahami bahasa burung, antara lain burung hudhud. Nabi Sulaiman menggunakan burung Hudhud untuk berbagai keperluan seperti membawakan surat, mencari air dan memantau keadaan bangsa lain. Dan pada satu kesempatan, Nabi Sulaiman, memeriksa burung yang ada di sekitarnya, lalu berkata kepada prajurit yang ada, “Mengapa aku tidak melihat burung Hudhud? Kemanakah dia? Apakah ia termasuk yang tidak hadir?

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat

Untuk membaca keseluruhan 93 ayat, kunjungi halaman utama Surat An-Naml lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.

Ayat lain dalam Surat An-Naml