Surah až-Žariyat ditutup dengan penegasan jatuhnya ancaman Allah bagi mereka yang kafir. Surah at-Tur diawali dengan kepastian jatuhnya azab bagi mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah. Penegasan tentang kepastian azab ini diawali dengan sumpah-sumpah Allah. Demi gunung Sinai yang menjadi lokasi Nabi Musa menerima Taurat,
Tafsir At-Tur Ayat 1
وَالطُّوْرِۙ
wath-thûr
Demi gunung (Sinai),
Tafsir Ringkas Surat At-Tur Ayat 1
Tafsir Tahlili Surat At-Tur Ayat 1
Ayat ini mengutarakan bahwa Allah swt bersumpah dengan aṭ-ṭūr yang tinggi kedudukannya karena di atas aṭ-ṭūr itu Allah telah berbicara dengan Nabi Musa dan menurunkan kitab Taurat kepadanya yang berisikan hukum-hukum, hikmah, dan budi pekerti dan mudah dibaca manusia.
Aṭ-Ṭūr berarti bukit yaitu Bukit Ṭursina yakni sebuah bukit di Madyan tempat Nabi Musa mendengarkan kalam Allah swt. Aṭ-ṭūr dalam bahasa Suryani berarti juga bukit yang banyak pohon-pohonnya, tempat di mana Tuhan berbicara langsung dengan Nabi Musa dan di tempat itu pula diangkat menjadi rasul. Dinamakan aṭ-ṭūr karena banyak pohonnya, bila tidak ada pohonnya, maka tidaklah dinamakan aṭ-ṭūr, akan tetapi Jabal (gunung).
Allah menggunakan gunung sebagai sumpah-Nya, karena mempunyai peranan penting dalam terjadinya kehidupan di bumi ini. Mengenai gunung dan peranannya, antara lain dapat dilihat pada bahasan beberapa ayat berikut, Luqmān/31: 10 dan an-Naml/27: 88. Bahasan selanjutnya juga dapat dilihat pada an-Naba’/78: 6-7 dan an-Nāzi‘āt/79: 30-32.