اَتَوَاصَوْا بِهٖۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُوْنَۚ
Atawāṣau bih(ī), bal hum qaumun ṭāgūn(a).
Apakah mereka saling menasihati tentang (apa yang dikatakan) itu? (Tidak!) Sebaliknya, mereka adalah kaum yang melampaui batas.
اَتَوَاصَوْا بِهٖۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُوْنَۚ
Atawāṣau bih(ī), bal hum qaumun ṭāgūn(a).
Apakah mereka saling menasihati tentang (apa yang dikatakan) itu? (Tidak!) Sebaliknya, mereka adalah kaum yang melampaui batas.
Sikap kaum kafir Mekah dan umat terdahulu identik, maka muncul pertanyaan apakah mereka pernah saling berpesan melalui kakek moyang tentang apa yang dikatakan itu? Tentu tidak. Mereka tidak saling berpesan, tetapi sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas dan benar-benar tidak mau beriman pada dakwah para rasul.
Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang kafir itu dengan mengatakan, “Apakah orang-orang yang kafir terdahulu itu telah berpesan kepada yang kemudian dari mereka untuk mendustakan Muhammad saw dan mereka datang kemudian betul-betul menerima dan mengikuti saran ter-sebut?”
Mereka sesungguhnya adalah kaum yang durhaka yang melampaui batas dalam pelanggaran-pelanggaran ketentuan agama dan akal. Kedurhakaan mereka itulah yang merupakan tali pengikat antara orang-orang yang terdahulu dengan orang-orang kemudian yang seolah-olah memanifestasi-kan adanya pesan tersebut.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 60 ayat, kunjungi halaman utama Surat Az-Zariyat lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.