وَلَا الظِّلُّ وَلَا الْحَرُوْرُۚ
Wa laẓ-ẓillu wa lal-ḥarūr(u).
Tidak (sama) pula yang teduh dengan yang panas.
وَلَا الظِّلُّ وَلَا الْحَرُوْرُۚ
Wa laẓ-ẓillu wa lal-ḥarūr(u).
Tidak (sama) pula yang teduh dengan yang panas.
dan tidak pula sama antara yang teduh, yakni kenyamanan dan ketenangan di surga, dengan yang panas, yakni pedihnya siksa neraka.
Selanjutnya, Allah menerangkan bahwa yang terlindung tidak sama dengan yang terkena panas. Sebagian ulama tafsir mengartikan ẓill (teduh/naungan) di sini dengan surga, karena surga itu mempunyai naungan yang menyebabkan hawa sejuk. Sebagaimana firman Allah:
۞ مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَۗ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ اُكُلُهَا دَاۤىِٕمٌ وَّظِلُّهَاۗ
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa (ialah seperti taman), mengalir di bawahnya sungai-sungai; senantiasa berbuah dan teduh. (ar-Ra‘d/13: 35)
Sedang ḥarr (panas) diartikan dengan neraka, karena ia memang satu tempat yang amat panas dan penuh dengan api yang menyala-nyala, jauh lebih panas dari api yang dikenal di dunia. Sepercik bunga api neraka saja jatuh di dunia, maka dunia akan panas seluruhnya sebagaimana dijelaskan di dalam suatu hadis.
لَوْ اَنَّ شَرَرَةَ مِنْ شَرَرِ جَهَنَّمَ بِالْمَشْرِقِ لَوَجَدَ حَرَّهَا مَنْ بِالْمَغْرِبِ. (رواه الطبراني عن انس بن مالك)
Sekiranya sepercik api dari bunga-bunga api neraka (berada) di timur, maka akan dirasakan panasnya (oleh orang-orang yang berada) di barat. (Riwayat aṭ-Ṭabrānī dari Anas bin Mālik)
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 45 ayat, kunjungi halaman utama Surat Fatir lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.