Sesungguhnya yang lebih baik bagi orang yang beriman adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan bertutur kata yang baik sebagai bukti dari keimanan mereka. Sebab apabila perintah perang ditetapkan mereka tidak menyukainya. Padahal jika benar-benar beriman kepada Allah, pastilah mereka ikut berperang di jalan Allah, dan niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.
Tafsir Muhammad Ayat 21
طَاعَةٌ وَّقَوْلٌ مَّعْرُوْفٌۗ فَاِذَا عَزَمَ الْاَمْرُۗ فَلَوْ صَدَقُوا اللّٰهَ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْۚ
thâ‘atuw wa qaulum ma‘rûf, fa idzâ ‘azamal-amr, falau shadaqullâha lakâna khairal lahum
(Seharusnya, mereka memilih) ketaatan (kepada Allah) dan tutur kata yang baik. Apabila perintah (perang) ditetapkan, (mereka tidak menyukainya). Padahal, jika mereka benar (beriman dan taat) kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.
Tafsir Ringkas Surat Muhammad Ayat 21
Tafsir Tahlili Surat Muhammad Ayat 21
Ayat ini menjelaskan sikap yang seharusnya dimiliki oleh orang-orang munafik, yaitu taat kepada Allah, dan mengucapkan perkataan yang makruf, bukannya takut, dan gentar menghadapi musuh. Hal itu karena kesenangan hidup di dunia telah membuat mereka terpesona dan lupa diri. Mereka takut kehilangan kesenangan. Padahal jika mereka mengetahui bahwa kesenangan hidup di dunia adalah kesenangan yang semu dan sementara, sedangkan kesenangan hidup di akhirat adalah kesenangan yang sebenarnya, tentu mereka akan mengubah sikap.
Selanjutnya diterangkan bahwa kaum munafik itu apabila datang perintah berperang, timbullah kebencian dalam hati mereka sehingga mereka enggan ikut berperang. Seandainya mereka mempunyai iman yang kuat di dalam dada mereka, benar-benar taat kepada Allah dan mengikuti Rasul, pasti mereka ikut berperang bersama Rasul. Hal itu lebih baik bagi mereka karena dengan demikian mereka dekat kepada Allah.