Orang-orang kafir itu saling bertanya sesamanya, setelah mereka tidak melihat seorang pun orang-orang yang beriman yang mereka anggap hina sewaktu di dunia, “Mengapa kita tidak melihat seorang pun dari orang-orang yang sewaktu di dunia kita pandang sebagai orang bodoh, orang jahat, dan orang hina yang tidak ada kebaikan pada dirinya.”
Ibnu ‘Abbās berkata, “Yang mereka maksud dengan orang bodoh dan jahat adalah sahabat Rasul. Abū Jahal berkata, ‘Di mana Bilal, di mana Ṣuhaib, di mana Ammar, mereka semuanya di dalam surga.’ Kasihan Abū Jahal, anaknya ‘Ikrimah dan Juwairiyah masuk Islam, demikian pula ibunya, saudaranya, sedang ia sendiri kafir.”