Wahai Nabi Musa dan Harun, pergilah kamu berdua kepada Fir’aun yang sombong itu dengan bekal mukjizat dari-Ku karena dia benar-benar telah melampaui batas dalam kedurhakannya. Begitu berhadapan dengannya, maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. Ajaklah dia beriman kepada Allah dan serulah pada kebenaran dengan cara yang baik. Mudah-mudahan dengan cara demikian dia menjadi sadar atau takut pada azab Allah bila terus durhaka.”
Tafsir Taha Ayat 43
اِذْهَبَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۚ
idz-habâ ilâ fir‘auna innahû thaghâ
Pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas.
Tafsir Ringkas Surat Taha Ayat 43
Tafsir Tahlili Surat Taha Ayat 43
Ayat ini menerangkan bahwa Allah memerintahkan Musa a.s. dan Harun a.s. pergi kepada Fir‘aun untuk mengemukakan bukti-bukti kebenaran kenabiannya yang dianugerahkan Allah, dan menjelaskan kesesatan Fir‘aun, karena Fir‘aun itu sudah keterlaluan sepak terjangnya melampaui batas, sampai-sampai mengaku bahwa dia adalah tuhan. Dia menyatakan kepada kaumnya dengan ucapan, “Saya tuhanmu yang paling tinggi.”
Ayat ini mengkhususkan dakwah dan seruan kepada Fir‘aun sedang pada ayat sebelumnya dakwah diserukan untuk umum, karena kalau Fir‘aun sudah beriman kepada ajaran yang dibawa Nabi Musa a.s., dan Nabi Harun tentunya segenap orang-orang Mesir akan mengikutinya sebagaimana pepatah:
اَلنَّاسُ عَلَى دِيْنِ مُلُوْكِهِمْ
‘Rakyat itu menurut agama rajanya.’