فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗ ۘ
Faman syā'a żakarah(ū).
Siapa yang menghendaki tentulah akan memperhatikannya
فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗ ۘ
Faman syā'a żakarah(ū).
Siapa yang menghendaki tentulah akan memperhatikannya
Perigatan-peringatan Allah sudah sangat jelas, maka barang siapa menghendaki untuk mempelajari dengan sungguh-sungguh, tentulah dia akan memperhatikannya, menghayatinya, lalu mengamalkannya. Tidak ada yang menghalangi seseorang memperoleh peringatan itu selain hati yang penuh kesombongan dan keingkaran.
Dalam ayat ini, Allah menegur Nabi-Nya agar tidak lagi mengulangi tindakan-tindakan seperti itu yaitu ketika ia menghadapi Ibnu Ummi Maktūm dan al-Walīd bin al-Mugīrah beserta kawan-kawannya.
Sesungguhnya pengajaran Allah itu adalah suatu peringatan dan nasihat untuk menyadarkan orang-orang yang lupa atau tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhannya. Barang siapa yang menghendaki peringatan yang jelas dan gamblang, tentu ia memperhatikan dan beramal sesuai dengan kehendak hidayah itu. Apalagi jika diperhatikan bahwa hidayah itu berasal dari kitab-kitab yang mulia seperti diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 42 ayat, kunjungi halaman utama Surat Abasa lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.