كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۚ
Kallā innahā tażkirah(tun).
Sekali-kali jangan (begitu)! Sesungguhnya (ajaran Allah) itu merupakan peringatan.
كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۚ
Kallā innahā tażkirah(tun).
Sekali-kali jangan (begitu)! Sesungguhnya (ajaran Allah) itu merupakan peringatan.
Menjelaskan tujuan utama dari teguran-Nya, Allah berfirman, “Sekali-kali jangan berbuat demikian! Sungguh, ajaran-ajaran Allah itu suatu peringatan bagi semua orang agar mereka kembali ke fitrah, yaitu mentauhidkan-Nya dan mengimani-Nya.”
Dalam ayat ini, Allah menegur Nabi-Nya agar tidak lagi mengulangi tindakan-tindakan seperti itu yaitu ketika ia menghadapi Ibnu Ummi Maktūm dan al-Walīd bin al-Mugīrah beserta kawan-kawannya.
Sesungguhnya pengajaran Allah itu adalah suatu peringatan dan nasihat untuk menyadarkan orang-orang yang lupa atau tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhannya. Barang siapa yang menghendaki peringatan yang jelas dan gamblang, tentu ia memperhatikan dan beramal sesuai dengan kehendak hidayah itu. Apalagi jika diperhatikan bahwa hidayah itu berasal dari kitab-kitab yang mulia seperti diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 42 ayat, kunjungi halaman utama Surat Abasa lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.