وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
Wal-laili iżā sajā.
dan demi waktu malam apabila telah sunyi,
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
Wal-laili iżā sajā.
dan demi waktu malam apabila telah sunyi,
Dan demi malam apabila telah sunyi dan gelap. Ketika matahari bergeser ke tempat lain, belahan bumi yang ditinggalkannya beranjak tenang dan gelap, menjadi waktu yang tepat untuk istirahat.
Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan dua macam tanda-tanda kebesaran-Nya, yaitu Ḍuḥā (waktu matahari naik sepenggalah) bersama cahayanya dan malam beserta kegelapan dan kesunyiannya, bahwa Dia tidak meninggalkan Rasul-Nya, Muhammad, dan tidak pula memarahinya, sebagaimana orang-orang mengatakannya atau perasaan Rasulullah sendiri.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 11 ayat, kunjungi halaman utama Surat Ad-Duha lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.