Kemudian Kami berfirman kepada keduanya, “Pergilah kamu berdua kepada raja Fir’aun di Mesir yang mengaku dirinya sebagai tuhan dan kepada kaum-nya yang mendustakan ayat-ayat Kami berupa mukjizat yang Kami berikan kepada Musa.” Mereka bahkan menganggap Nabi Musa dan Harun sebagai penyihir yang ulung. Lalu Kami hancurkan me-reka dengan sehancur-hancurnya. Kami tenggelamkan mereka di laut Qalzum (laut merah), sebagai balasan atas dosa-dosa mereka.
Tafsir Al-Furqan Ayat 36
فَقُلْنَا اذْهَبَآ اِلَى الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۗ فَدَمَّرْنٰهُمْ تَدْمِيْرًاۗ
fa qulnadz-habâ ilal-qaumilladzîna kadzdzabû bi'âyâtinâ, fa dammarnâhum tadmîrâ
Kemudian Kami berfirman (kepada keduanya), “Pergilah berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami.” Lalu, Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya.
Tafsir Ringkas Surat Al-Furqan Ayat 36
Tafsir Tahlili Surat Al-Furqan Ayat 36
Kemudian Allah memerintahkan kepada Musa dan Harun untuk pergi dan berdakwah kepada Fir‘aun dan kaumnya yang telah mendustakan tanda-tanda keesaan Allah yang terdapat di alam semesta. Setelah mereka menunaikan tugasnya yaitu menyampaikan risalahnya dengan lemah lembut, ternyata sikap Fir‘aun tetap tidak berubah, sehingga Allah membinasakan mereka. Seperti tersebut dalam firman Allah:
دَمَّرَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ۖوَلِلْكٰفِرِيْنَ اَمْثَالُهَا
Allah telah membinasakan mereka, dan bagi orang-orang kafir akan menerima (nasib) yang serupa itu. (Muḥammad/47: 10).
Dengan peristiwa ini, Allah menghibur Nabi Muhammad dan mendidiknya supaya berlaku sabar, karena beliau bukanlah nabi pertama yang didustakan oleh kaumnya.