Baca Surat Al-Furqan (Pembeda — الفرقان) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 77 ayat Makkiyah (Juz 18) — surat ke-25 dalam Al-Quran.
Al-Furqan menegaskan bahwa Al-Quran adalah pembeda antara yang hak dan yang batil, diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh alam. Surat ini diakhiri dengan menggambarkan dua puluh sifat mulia hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih (ibadurrahman) yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati..
Ayat 1-9Keagungan Al-Furqan — Allah menurunkan Al-Quran kepada hamba-Nya sebagai peringatan bagi seluruh alam. Bantahan terhadap keberatan kaum kafir yang menolak kenabian Muhammad ﷺ karena beliau manusia biasa.
Ayat 10-20Bantahan terhadap tuduhan kaum kafir — mereka menuduh Al-Quran sebagai dongeng, meminta malaikat turun, dan menuntut surga. Allah menjawab dengan gambaran neraka dan penyesalan mereka di Hari Kiamat.
Ayat 21-34Kesombongan kaum kafir — mereka meminta melihat malaikat, namun hari itu justru menjadi hari yang buruk bagi mereka. Orang zalim akan menggigit tangannya menyesal tidak mengikuti Rasul. Al-Quran diturunkan secara bertahap untuk menguatkan hati Nabi ﷺ.
Ayat 35-44Kisah umat-umat terdahulu yang dibinasakan — kaum Musa, kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, Ashhabur Rass, dan kaum-kaum lain. Semua menjadi pelajaran bagi orang yang menolak kebenaran.
Ayat 45-62Tanda-tanda kekuasaan Allah — bayangan, siang dan malam, angin dan hujan, laut tawar dan asin yang tidak bercampur, penciptaan manusia dari air, serta pergantian siang dan malam sebagai bahan perenungan.
Ayat 63-77Dua puluh sifat Ibadur Rahman — berjalan dengan rendah hati, bermunajat di malam hari, takut azab neraka, tidak boros dan tidak kikir, tidak membunuh, tidak berzina, bertaubat, tidak bersaksi palsu, dan berdoa untuk keluarga. Mereka dibalas dengan surga yang kekal.
Surat Al-Furqan termasuk surat Makkiyah yang turun pada periode pertengahan dakwah di Mekkah, urutan ke-42 dalam kronologi pewahyuan, turun setelah surat Yasin. Surat ini turun untuk menjawab berbagai keberatan dan tuduhan kaum musyrikin Quraisy terhadap Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Quran, sekaligus menggambarkan karakter ideal seorang hamba Allah yang sejati.
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir Al-Qurthubi, Tafsir As-Sa'di