Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia, baik dari segi zat, sifat, maupun tidakan-Nya.
Tafsir Al-Ikhlas Ayat 4
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ
wa lam yakul lahû kufuwan aḫad
serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”
Tafsir Ringkas Surat Al-Ikhlas Ayat 4
Tafsir Tahlili Surat Al-Ikhlas Ayat 4
Dalam ayat ini, Allah menjelaskan lagi bahwa tidak ada yang setara dan sebanding dengan Dia dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Ini adalah tantangan terhadap orang-orang yang beritikad bahwa ada yang setara dan menyerupai Allah dalam perbuatannya, sebagaimana pendirian orang-orang musyrik Arab yang menyatakan bahwa malaikat itu adalah sekutu Allah.
Surah ini meliputi dasar yang paling penting dari risalah Nabi Muhammad yaitu menauhidkan dan menyucikan Allah serta meletakkan pedoman umum dalam beramal sambil menerangkan amal perbuatan yang baik dan yang jahat, menyatakan keadaan manusia sesudah mati mulai dari sejak berbangkit sampai dengan menerima balasannya berupa pahala atau dosa. Telah diriwayatkan dalam hadis bahwa surah ini sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an, karena barang siapa menyelami artinya dengan bertafakur yang mendalam, akan menjadi jelas baginya bahwa semua penjelasan dan keterangan yang terdapat dalam Islam tentang tauhid dan kesucian Allah dari segala macam kekurangan merupakan perincian dari isi surah ini.
Dalam sebuah hadis disebutkan:
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ رَجُلًا عَلَى سَرِيَّةٍ وَكَانَ يَقْرَأُ لِأَصْحَابِهِ فِيْ صَلاَتِهِمْ فَيَخْتِمُ بِـ ﴿قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ﴾ فَلَمَّا رَجَعُوْا ذُكِرَ ذٰلِكَ لِرَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَلُوْهُ لِأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذٰلِكَ فَسَأَلُوْهُ فَقَالَ لِأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمٰنِ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا فَقَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبِرُوْهُ أَنَّ اللّٰهَ يُحِبُّهُ. (رواه مسلم)
Dari ‘Aisyah, bahwasanya Rasulullah saw. pernah mengutus seorang laki-laki dalam suatu peperangan. Ketika salat bersama sahabat-sahabatnya, laki-laki itu membaca surah dan mengakhirinya dengan “Qul Huwallahu Aḥad.” Pada saat mereka kembali, hal itu disampaikan kepada Rasulullah saw. Rasul berkata, “Tanyakan kepadanya apa maksud dari perbuatannya itu.” Mereka pun menanyakannya. Laki-laki itu menjawab, “Itu adalah sifat Allah Yang Maha Penyayang. Saya suka membacanya.” Rasulullah saw. bersabda, “beritahukanlah dia, bahwa Allah mencintainya.” (Riwayat Muslim)