قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
qul huwallâhu aḫad
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.
Baca Surat Al-Ikhlas (Memurnikan Keesaan Allah — الإخلاص) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 4 ayat Makkiyah (Juz 30) — surat ke-112 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. Al-Ikhlas memuat aqidah tauhid yang paling murni dalam empat ayat: Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Surat ini setara pahalanya dengan sepertiga Al-Quran jika dibaca sekali, sehingga membacanya tiga kali senilai mengkhatamkan Al-Quran..
Surat Al-Ikhlas adalah surat Makkiyah yang turun ketika kaum musyrikin Quraisy atau kaum Yahudi bertanya kepada Nabi ﷺ tentang sifat dan keturunan Tuhan yang disembahnya. Mereka bertanya: 'Sebutkanlah kepada kami sifat Tuhanmu, apakah Dia dari emas, perak, atau apa?' Maka Allah menurunkan surat ini sebagai jawaban tegas yang merangkum seluruh konsep tauhid dalam empat ayat yang padat dan jelas.
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Musnad Ahmad
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
qul huwallâhu aḫad
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
allâhush-shamad
Allah tempat meminta segala sesuatu.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ
lam yalid wa lam yûlad
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ
wa lam yakul lahû kufuwan aḫad
serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”
Anda baru saja membaca Surat Al-Ikhlas.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.
Al-Ikhlas memuat aqidah tauhid yang paling murni dalam empat ayat: Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Surat ini setara pahalanya dengan sepertiga Al-Quran jika dibaca sekali, sehingga membacanya tiga kali senilai mengkhatamkan Al-Quran. Surat Al-Ikhlas terdiri dari 4 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).
Surat Al-Ikhlas terdiri dari 4 ayat dan terdapat pada juz 30 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 1 menit.
Nama "Al-Ikhlas" (الإخلاص) berarti "Memurnikan Keesaan Allah" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-112 dalam urutan mushaf Al-Quran.
Surat Al-Ikhlas termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.
Surat Al-Ikhlas dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.
Nabi ﷺ bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, surat Al-Ikhlas itu setara dengan sepertiga Al-Quran." (HR. Bukhari) Seorang sahabat yang selalu membaca surat Al-Ikhlas di setiap rakaat shalatnya. Ketika ditanya Nabi ﷺ mengapa, ia menjawab: "Karena surat ini mengandung sifat Ar-Rahman dan aku mencintainya." Nabi ﷺ bersabda: "Sampaikan kepadanya bahwa Allah mencintainya." (HR. Bukhari & Muslim) Nabi ﷺ membaca surat Al-Ikhlas bersama Al-Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) sebanyak tiga kali setiap pagi dan petang sebagai perlindungan. (HR. Abu Dawud & Tirmidzi) Membaca surat Al-Ikhlas 10 kali, Allah akan membangunkan baginya sebuah istana di surga. (HR. Ahmad)