18-19. Demikianlah yang akan terus terjadi, Kami akan perlakukan orang-orang yang berdosa sesuai dengan ketetapan Kami, kapan dan di mana pun. Maka Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.
Tafsir Al-Mursalat Ayat 19
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
wailuy yauma'idzil lil-mukadzdzibîn
Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
Tafsir Ringkas Surat Al-Mursalat Ayat 19
Tafsir Tahlili Surat Al-Mursalat Ayat 19
Ayat ini berisi kecaman Allah terhadap orang-orang yang mendustakan-Nya serta para nabi dan rasul-Nya dengan kecaman “celakalah orang yang mendustakan.”
Pengulangan sumpah dan kecaman yang terdapat dalam Surah al-Mursalāt ini, di samping dimaksudkan untuk menegaskan arti (ta’kīd), juga mengandung pengertian lain, yakni bahwa kecaman tersebut tidak hanya diberlakukan di akhirat, melainkan juga diperlihatkan-Nya di dunia ini.
Imam al-Qurṭubī mengatakan kata wail diulang-ulang dalam surah ini untuk menunjukkan bahwa untuk masing-masing bangsa yang mendustakan Allah, diberikan siksaan yang berlainan dengan apa yang diterima oleh bangsa lain sebelumnya. Masing-masing umat nabi dahulu kala yang bersikap membangkang telah menerima siksaan Ilahi yang berlainan satu dengan lainnya.