Kaum ‘Ad yang mendiami tanah Yaman telah mendustakan para rasul. Mendustakan satu rasul, sama saja dengan mendustakan seluruh rasul, karena mereka adalah satu kesatuan, yaitu sebagai utusan Allah.
Tafsir Asy-Syu'ara' Ayat 123
كَذَّبَتْ عَادُ ࣙالْمُرْسَلِيْنَۖ
kadzdzabat ‘âdunil-mursalîn
(Kaum) ‘Ad telah mendustakan para rasul.
Tafsir Ringkas Surat Asy-Syu'ara' Ayat 123
Tafsir Tahlili Surat Asy-Syu'ara' Ayat 123
Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengutus Nabi Hud a.s. kepada kaum ‘Ad tetapi mereka mendustakan dan mengingkari seruannya. ‘Ad adalah nama suatu kaum, yang diambil dari nama nenek moyang mereka yang bernama ‘Ād. ‘Ād adalah salah seorang keturunan Sam bin Nuh. Nabi Hud sendiri termasuk salah seorang keturunan ‘Ād, yaitu Hud bin Abdullah bin Rabah bin Khulud bin ‘Ād. Itulah sebabnya di dalam ayat ini Nabi Hud disebut saudara dari kaum ‘Ād, yang maksudnya Nabi Hud termasuk salah seorang warga kaum ‘Ād.
Kaum ‘Ād bertempat tinggal di al-Aḥqāf, yang sekarang dikenal dengan nama Sahara al-Aḥqāf. Sekarang daerah ini termasuk salah satu bagian dari kerajaan Arab Saudi bagian selatan. Al-Aḥqāf terletak di sebelah utara Hadramaut, sebelah timur laut Yaman, sebelah selatan Nejed dan sebelah barat Oman. Sekarang tempat itu dinamai juga ar-Rab’ al-Khālī artinya “tempat yang kosong” karena memang tempat itu telah kosong, tidak didiami orang. Dalam peta biasanya ditulis Rub’ al-Khālī, itu salah, yang betul Rab’ bukan Rub’.
Kaum ‘Ād pada mulanya beragama tauhid, agama yang dianut nenek moyang mereka dan sesuai pula dengan fitrah manusia. Akan tetapi, setelah kerajaan mereka meluas dan membesar akibat penaklukan bangsa-bangsa lain di sekitarnya, mereka menjadi sombong dan menyembah patung-patung. Patung-patung yang disembah itu adalah patung-patung pemimpin mereka, yang pada mulanya dibuat hanya untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa mereka. Namun demikian, lama-kelamaan patung itu mereka sembah. Ada tiga buah patung yang mereka sembah, yaitu Saba’, Samud, dan Hāba. Untuk mengembalikan mereka kepada agama yang benar, Allah mengutus seorang rasul kepada mereka, yaitu Nabi Hud, yang termasuk salah seorang dari warga mereka juga.