Kaum Samud telah mendustakan para rasul yang mengajak mereka kembali kepada jalan yang benar, yaitu menauhidkan Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain dan beribadah kepada-Nya dengan ikhlas.
Tafsir Asy-Syu'ara' Ayat 141
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ الْمُرْسَلِيْنَۖ
kadzdzabat tsamûdul-mursalîn
(Kaum) Samud telah mendustakan para rasul.
Tafsir Ringkas Surat Asy-Syu'ara' Ayat 141
Tafsir Tahlili Surat Asy-Syu'ara' Ayat 141
Ayat ini menerangkan bahwa kaum Samud telah mendustakan rasul yang diutus kepada mereka, yaitu Nabi Saleh (al-A’raf/7: 73-79). Nabi Saleh termasuk salah seorang keturunan dari seorang yang bernama Ṡamūd. Dengan perkataan lain bahwa Nabi Saleh dengan kaum Samud sama-sama berasal dari keturunan Ṡamūd. Menurut suatu riwayat, Ṡamūd adalah anak kandung ‘Ād, sedang menurut riwayat yang lain, Ṡamūd adalah saudara sepupu dari ‘Ād. Sekalipun ada perbedaan demikian, namun dapat ditetapkan bahwa antara kaum Samud dengan kaum ‘Ād masih mempunyai hubungan yang dekat. Ṡamūd adalah putra dari Auṣ bin Aram bin Sam bin Nuh.
Kaum Samud bertempat tinggal di kota Ḥijr (Madā’in Ṡāliḥ) sampai ke Wādil Qurā, yaitu tempat yang terletak antara Hejaz dan Syam, di sebelah tenggara negeri Madyan. Peninggalan mereka sampai sekarang masih terdapat di daerah ini, yang pada umumnya dapat menunjukkan bagaimana kekuasaan mereka dahulu dan betapa kemakmuran yang telah mereka capai. Periode kehidupan mereka setelah periode kaum ‘Ād dan pengutusan Nabi Saleh kepada kaum Samud ini adalah sebelum pengutusan Nabi Ibrahim kepada bangsa Babilonia (lihat kosakata Samud dalam Tafsir ini).