وَاجْعَلْنِيْ مِنْ وَّرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ ۙ
Waj‘alnī miw waraṡati jannatin na‘īm(i).
Jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan.
وَاجْعَلْنِيْ مِنْ وَّرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ ۙ
Waj‘alnī miw waraṡati jannatin na‘īm(i).
Jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan.
“Dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan yang tiada habis-habisnya, sebagai anugerah yang tak terhingga dari-Mu, ya Allah.” lanjut doa Nabi Ibrahim.
Setelah Nabi Ibrahim memohon pahala keduniawian, yakni dengan dijadikan nama baiknya sebagai suri teladan bagi orang-orang sesudahnya, ia pun berdoa pula agar menikmati balasan amalnya di akhirat. Yakni nikmat kesenangan surga beserta orang-orang yang diperkenankan masuk ke dalamnya. Ungkapan ayat ini memakai kata-kata “yang mewarisi surga”, karena diserupakan dengan kesenangan yang diperoleh seorang raja dalam kerajaan yang diwarisi dari bapaknya.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 227 ayat, kunjungi halaman utama Surat Asy-Syuara lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.