فَاَلْقٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِيْنٌ ۖ
Fa alqā ‘aṣāhu fa iżā hiya ṡu‘bānum mubīn(un).
Maka, dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkat itu) menjadi ular besar yang nyata.
فَاَلْقٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِيْنٌ ۖ
Fa alqā ‘aṣāhu fa iżā hiya ṡu‘bānum mubīn(un).
Maka, dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkat itu) menjadi ular besar yang nyata.
Mendengar tantangan itu, lalu serta merta dan tanpa selang waktu yang lama, Nabi Musa melemparkan tongkatnya yang ada di tangan kanan ke hadapan Fir'aun dan kaumnya, tiba-tiba tongkat itu berkat kekuasaan Allah berubah menjadi ular besar yang sebenarnya, yakni benarbenar ular dan bergerak dengan sangat cepat yang terlihat dengan mata kepala secara jelas.
Tantangan Fir‘aun itu segera dijawab oleh Nabi Musa dengan memperlihatkan dua macam mukjizatnya. Pertama Musa menjatuhkan tongkatnya ke tanah, tiba-tiba tongkat tersebut menjadi seekor ular besar yang mempunyai sifat-sifat ular secara biologis, dapat bergerak dan berjalan dengan sesungguhnya, berbeda dengan ular yang diciptakan para pesihir pada masa itu, yang hanya nampak seolah-olah seperti ular yang bergerak, padahal tidak demikian. Orang-orang melihat benda itu seperti bergerak, karena pikiran mereka telah dipengaruhi terlebih dahulu oleh para pesihir tersebut. Berbeda halnya ular yang menjelma dari tongkat Nabi Musa itu.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 206 ayat, kunjungi halaman utama Surat Al-Araf lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.