لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).
Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dialah Zat Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).
Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dialah Zat Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
Menjadi milik-Nya lah, dan di bawah kekuasaan, pengaturan, dan kewenangan-Nya lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dia lah, Yang Mahaagung dalam kedudukan-Nya, Mahabesar dalam kekuasaan-Nya.
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menguasai dan memiliki semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Ini menunjukkan kekuasaan-Nya yang tidak terbatas. Dia bisa saja berbuat sekehendak-Nya sesuai iradat-Nya. Semua yang ada, harus tunduk kepada-Nya. Dia-lah yang mengatur segala yang ada, Dia Mahatinggi, tiada suatu kerajaan atau kekuasaan yang lebih tinggi daripada-Nya. Dia Mahabesar.
Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan bumi. Ciptaan dan pemilikan Allah tanpa terbatas pada makhluk-Nya. Dia Mahaagung akan segala urusan, hukum, dan pemeliharaan-Nya. Mahasuci Allah, tiada Tuhan selain Dia.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 53 ayat, kunjungi halaman utama Surat Asy-Syura lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.