لَاجَرَمَ اَنَّهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ هُمُ الْاَخْسَرُوْنَ
Lā jarama annahum fil-ākhirati humul-akhsarūn(a).
Tidak diragukan bahwa sesungguhnya mereka (kelak) di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.
لَاجَرَمَ اَنَّهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ هُمُ الْاَخْسَرُوْنَ
Lā jarama annahum fil-ākhirati humul-akhsarūn(a).
Tidak diragukan bahwa sesungguhnya mereka (kelak) di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.
Orang-orang tersebut, pasti mereka itu menjadi orang yang paling rugi, sengsara, dan tersiksa di akhirat, karena mereka menduga apa yang telah mereka lakukan dapat mengantar pada kebahagiaan, padahal ternyata sebaliknya. (Lihat: Surah al-Kahf /18: 103-104).
Orang-orang yang disebutkan ciri-cirinya dalam ayat sebelumnya, menjadi orang-orang yang paling rugi di akhirat, karena telah menukar kenikmatan surga dengan api neraka yang sangat panas, menukar minuman yang lezat dengan minuman yang membakar, dan meninggalkan hidup senang dan bahagia dengan hidup menderita dalam neraka, yang penuh dengan azab yang tidak ada putus-putusnya.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 123 ayat, kunjungi halaman utama Surat Hud lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.