وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا وَلّٰى مُسْتَكْبِرًا كَاَنْ لَّمْ يَسْمَعْهَا كَاَنَّ فِيْٓ اُذُنَيْهِ وَقْرًاۚ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ
Wa iżā tutlā ‘alaihi āyātunā wallā mustakbiran ka'allam yasma‘hā ka'anna fī użunaihi waqrā(n), fabasysyirhu bi‘ażābin alīm(in).
Apabila dibacakan kepadanya597 ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia tidak mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya. Maka, berilah kabar gembira kepadanya dengan azab yang pedih.
597) Pesan dari ayat ini ditujukan kepada orang yang mempergunakan percakapan kosong (segala hal yang memalingkan hati dari ketaatan kepada Allah Swt.) untuk menyesatkan manusia.