وَلَقَدْ اَرَيْنٰهُ اٰيٰتِنَا كُلَّهَا فَكَذَّبَ وَاَبٰى
Wa laqad araināhu āyātinā kullahā fa każżaba wa abā.
Sungguh Kami benar-benar telah memperlihatkan kepadanya (Fir‘aun) tanda-tanda (kebesaran) Kami semuanya.472 Namun, dia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).
472) Yang dimaksud dengan tanda-tanda di sini adalah tanda-tanda kenabian Nabi Musa a.s. Pada pertemuan Nabi Musa a.s. dengan Fir‘aun ini, mukjizat yang diperlihatkan baru dua, yaitu tongkat menjadi ular dan tangan Nabi Musa a.s. menjadi putih bercahaya.