وَّنَعْمَةٍ كَانُوْا فِيْهَا فٰكِهِيْنَۙ
Wa na‘matin kānū fīhā fākihīn(a).
juga kesenangan-kesenangan yang dapat mereka nikmati di sana.
وَّنَعْمَةٍ كَانُوْا فِيْهَا فٰكِهِيْنَۙ
Wa na‘matin kānū fīhā fākihīn(a).
juga kesenangan-kesenangan yang dapat mereka nikmati di sana.
dan kesenangan-kesenangan hidup yang berlimpah yang mereka semua adalah penikmatnya sebelum peristiwa penenggelaman itu terjadi.
Semula mereka hidup dengan penuh ketenangan dengan penghidupan yang serba cukup dan lengkap, rezeki berlimpah-limpah, kegembiraan yang selalu dinikmati. Semuanya itu dilimpahkan Allah kepada mereka, tetapi mereka itu tetap tidak mau sadar, bahwa kejahatan dan kekafiran mereka bertambah-tambah karenanya lalu Allah membinasakan mereka. Kekayaan mereka tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak dapat menolong mereka. Firman Allah:
وَمَا يُغْنِيْ عَنْهُ مَالُهٗٓ اِذَا تَرَدّٰىٓۙ ١١
Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa. (al-Lail/92: 11)
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 59 ayat, kunjungi halaman utama Surat Ad-Dukhan lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.