فَبَدَّلَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ الَّذِيْ قِيْلَ لَهُمْ فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِّنَ السَّمَاۤءِ بِمَا كَانُوْا يَظْلِمُوْنَ ࣖ
Fa baddalal-lażīna ẓalamū minhum qaulan gairal-lażī qīla lahum fa arsalnā ‘alaihim rijzam minas-samā'i bimā kānū yaẓlimūn(a).
Maka, orang-orang yang zalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak diperintahkan kepada mereka.291 Lalu, Kami timpakan kepada mereka azab dari langit karena mereka selalu berbuat zalim.
291) Mereka diperintah untuk mengucap, “ḥiṭṭah” (yang artinya ‘lepaskanlah kami dari dosa’), tetapi mereka mengubah sambil mencemooh dan mengucapkannya menjadi, “ḥinṭah” (yang artinya ‘gandum’).