Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia menciptakan juga satu umat yang besar jumlahnya untuk menempati surga. Mereka terdiri dari umat-umat dan suku-suku yang berjuang untuk membimbing manusia ke jalan yang benar serta mendidik mereka berpendirian teguh. Mereka menegakkan keadilan dan kebenaran yang telah ditetapkan Allah dan tidak ada pilihan lain bagi mereka kecuali jalan Allah itu. Mereka inilah umat Nabi Muhammad saw.
Berkata Rasulullah saw berhubungan dengan ayat ini :
هٰذِهِ أُمَّتِيْ بِالْحَقِّ يَحْكُمُوْنَ وَيَقْضُوْنَ وَيَأْخُذُوْنَ وَيُعْطُوْنَ (رواه البخاري ومسلم في الصحيحين)
“Inilah umatku dengan kebenaran mereka memerintah, menetapkan keputusan-keputusan, mengambil (hak mereka) dan memberikan (hak orang lain)”. (Riwayat al-Bukharī dan Muslim dalam Ṣaḥīḥain)
Rasulullah saw berkata dalam hadis lain :
لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ عَلَى الْحَقِّ مَنْصُوْرِيْنَ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ اَمْرُ الله (رواه ابن ماجه عن ثوبان)
“Senantiasa ada segolongan umatku yang menegakkan kebenaran, siapa yang menentang mereka tidaklah dapat menyusahkan mereka hingga datang ketentuan Allah (hari Kiamat).” (Riwayat Ibnu Mājah dari Ṣaubān)
Dari hadis-hadis ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ijmak ulama menjadi hujah pada setiap masa, dan pada tiap masa itu pasti ada orang-orang yang ahli ijtihad.