فَلَمَّآ اٰتٰىهُمَا صَالِحًا جَعَلَا لَهٗ شُرَكَاۤءَ فِيْمَآ اٰتٰىهُمَا ۚفَتَعٰلَى اللّٰهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Falammā ātāhumā ṣāliḥan ja‘alā lahū syurakā'a fīmā ātāhumā, fa ta‘ālallāhu ‘ammā yusyrikūn(a).
Kemudian, setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka menjadikan sekutu bagi Allah300 dalam (penciptaan) anak yang telah Dia anugerahkan kepada mereka. Maka, Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
300) Dalam pandangan orang musyrik, kelahiran anak mereka bukan semata-mata karunia Allah Swt., tetapi juga atas berkat berhala-berhala yang mereka sembah. Oleh karena itulah, mereka menamakan anak-anak mereka dengan Abdul Uzza, Abdu Manat, Abdusy Syams, dan sebagainya.