Orang-orang yang tidak percaya hari kebangkitan atau mengingkari hari Kiamat, di mana mereka akan dihadapkan ke hadirat Allah untuk diadili segala perbuatannya di dunia, dengan penuh kesombongan bertanya kenapa tidak diturunkan kepada mereka malaikat yang menjadi saksi atas kebenaran Muhammad sebagai nabi, untuk menghilangkan keraguan mereka tentang kebenaran wahyu yang diturunkan kepadanya. Jika hal itu sulit untuk dilaksanakan, mengapa mereka tidak langsung saja melihat Tuhan yang akan menerangkan kepada mereka bahwa Muhammad itu benar-benar diutus oleh-Nya untuk menyampaikan kabar gembira dan memberi peringatan. Jika yang demikian itu terlaksana, mereka mengatakan akan beriman kepada Muhammad. Ucapan demikian itu tidak lain hanyalah karena kesombongan mereka sendiri, dan karena kezaliman mereka dengan mendustakan seorang utusan Allah.
Mereka sama sekali tidak menghiraukan mukjizat nyata yang telah diperlihatkan oleh Rasulullah kepada mereka. Setiap orang yang berakal sehat pasti akan tercengang mendengar ucapan-ucapan mereka itu dan menganggapnya sebagai ucapan orang yang tidak berakal. Seandainya Allah mengabulkan keinginan itu, mereka tetap tidak akan beriman kepada Allah dan rasul-Nya, sebagaimana tercantum dalam firman Allah:
وَلَوْ اَنَّنَا نَزَّلْنَآ اِلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتٰى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَّا كَانُوْا لِيُؤْمِنُوْٓا اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُوْنَ ١١١
Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran). (al-An‘ām/6: 111)