فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
Faqutila kaifa qaddar(a).
Maka, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan?
فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
Faqutila kaifa qaddar(a).
Maka, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan?
maka celakalah dan terkutuklah dia! Bagaimana dia menetapkan? Sungguh aneh caranya. Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?
Allah mengutuk al-Walīd dengan kata-kata “celakalah dia, bagaimana dia menetapkan?” Terkutuklah al-Walīd dan orang Quraisy yang berbuat seperti itu. Sehubungan dengan hal ini, Allah berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ِۨابْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِمْۚ يُضَاهِـُٔوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗقَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ ٣٠
Dan orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (at-Taubah/9: 30)
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 56 ayat, kunjungi halaman utama Surat Al-Muddassir lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.