Surat Al Muddassir

Orang Yang Berkemul • Makkiyah • 56 ayat

Tentang Surat Al-Muddassir

Baca Surat Al-Muddassir (Orang yang Berkemul — المدثر) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 56 ayat Makkiyah (Juz 29) — surat ke-74 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. Al-Muddassir memuat perintah pertama untuk berdakwah secara aktif kepada Rasulullah, setelah sebelumnya shalat diperkuat melalui Al-Muzzammil. Surat ini menegaskan bahwa neraka Saqar dijaga oleh sembilan belas malaikat, dan mengisahkan penolakan sombong salah satu pembesar Quraisy yang berpaling dari Al-Quran..

Tema Utama

  • Perintah bangkit berdakwah kepada Nabi Muhammad ﷺ
  • Peringatan tentang neraka Saqar dan 19 malaikat penjaganya
  • Ancaman bagi orang-orang sombong yang menolak Al-Quran
  • Pertanggungjawaban setiap jiwa atas amal perbuatannya

Kandungan Surat

Ayat 1-7Perintah dakwah — Allah menyeru Nabi ﷺ yang berkemul (berselimut) agar bangkit dan memberi peringatan, mengagungkan Tuhannya, membersihkan pakaian, menjauhi perbuatan dosa, dan tidak memberi dengan mengharapkan balasan yang lebih banyak.
Ayat 8-10Tiupan sangkakala — apabila sangkakala ditiup, itulah hari yang sangat sulit bagi orang-orang kafir dan tidak mudah bagi mereka.
Ayat 11-26Kisah Al-Walid bin Al-Mughirah — gambaran seseorang yang diberi harta dan anak-anak berlimpah namun tetap menolak ayat-ayat Allah, berpikir keras untuk menentang Al-Quran, lalu menyebutnya sebagai sihir. Ia diancam akan dimasukkan ke neraka Saqar.
Ayat 27-48Neraka Saqar — penjelasan tentang neraka Saqar yang tidak meninggalkan dan tidak membiarkan (membakar habis), dijaga oleh 19 malaikat. Jumlah ini dijadikan fitnah oleh orang kafir. Di hari kiamat setiap jiwa tergadai oleh amal perbuatannya.
Ayat 49-56Penolakan orang kafir — perumpamaan orang-orang kafir seperti keledai liar yang lari dari singa. Mereka berpaling dari peringatan, padahal Al-Quran adalah peringatan yang agung.

Keutamaan

  • Surat Al-Muddatstsir memuat perintah dakwah pertama kepada Nabi ﷺ setelah perintah membaca (iqra') dalam surat Al-Alaq.
  • Diriwayatkan bahwa ayat-ayat awal surat ini turun setelah jeda wahyu (fatrah), menjadi awal dimulainya fase dakwah terang-terangan. (HR. Al-Bukhari)
  • Surat ini memuat penyebutan 19 malaikat penjaga neraka yang menjadi salah satu mukjizat bilangan dalam Al-Quran.

Asbab Nuzul

Surat Al-Muddatstsir adalah surat Makkiyah. Menurut riwayat Jabir bin Abdullah, ayat-ayat awalnya merupakan wahyu pertama setelah masa jeda (fatrah al-wahy). Nabi ﷺ pulang dalam keadaan gemetar setelah melihat Malaikat Jibril di ufuk langit, lalu berkata: "Selimuti aku, selimuti aku." Kemudian turunlah ayat ini memerintahkan beliau bangkit berdakwah. Ayat 11-26 turun berkaitan dengan Al-Walid bin Al-Mughirah yang menuduh Al-Quran sebagai sihir.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Al-Bukhari, Tafsir Ath-Thabari

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ

yâ ayyuhal-muddatstsir

Wahai orang yang berselimut (Nabi Muhammad),

2

قُمْ فَاَنْذِرْۖ

qum fa andzir

bangunlah, lalu berilah peringatan!

3

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْۖ

wa rabbaka fa kabbir

Tuhanmu, agungkanlah!

4

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ

wa tsiyâbaka fa thahhir

Pakaianmu, bersihkanlah!

5

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْۖ

war-rujza fahjur

Segala (perbuatan) yang keji, tinggalkanlah!

6

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُۖ

wa lâ tamnun tastaktsir

Janganlah memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak!

7

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْۗ

wa lirabbika fashbir

Karena Tuhanmu, bersabarlah!

8

فَاِذَا نُقِرَ فِى النَّاقُوْرِۙ

fa idzâ nuqira fin-nâqûr

Apabila sangkakala ditiup,

9

فَذٰلِكَ يَوْمَىِٕذٍ يَّوْمٌ عَسِيْرٌۙ

fa dzâlika yauma'idziy yaumun ‘asîr

hari itulah hari yang sulit,

10

عَلَى الْكٰفِرِيْنَ غَيْرُ يَسِيْرٍ

‘alal-kâfirîna ghairu yasîr

(yang) tidak mudah bagi orang-orang kafir.

11

ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًاۙ

dzarnî wa man khalaqtu waḫîdâ

Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku ciptakan dia dalam kesendirian.

12

وَّجَعَلْتُ لَهٗ مَالًا مَّمْدُوْدًاۙ

wa ja‘altu lahû mâlam mamdûdâ

Aku beri dia kekayaan yang melimpah,

13

وَّبَنِيْنَ شُهُوْدًاۙ

wa banîna syuhûdâ

anak-anak yang selalu bersamanya,

14

وَّمَهَّدْتُّ لَهٗ تَمْهِيْدًاۙ

wa mahhattu lahû tamhîdâ

dan Aku beri dia kelapangan (hidup) seluas-luasnya.

15

ثُمَّ يَطْمَعُ اَنْ اَزِيْدَۙ

tsumma yathma‘u an azîd

Kemudian, dia ingin sekali agar Aku menambahnya.

16

كَلَّاۗ اِنَّهٗ كَانَ لِاٰيٰتِنَا عَنِيْدًاۗ

kallâ, innahû kâna li'âyâtinâ ‘anîdâ

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur’an).

17

سَاُرْهِقُهٗ صَعُوْدًاۗ

sa'ur-hiquhû sha‘ûdâ

Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan.

18

اِنَّهٗ فَكَّرَ وَقَدَّرَۙ

innahû fakkara wa qaddar

Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya).

19

فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ

fa qutila kaifa qaddar

Maka, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan?

20

ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ

tsumma qutila kaifa qaddar

Kemudian, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan?

21

ثُمَّ نَظَرَۙ

tsumma nadhar

Kemudian dia memikirkan (untuk melecehkan Al-Qur’an).

22

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَۙ

tsumma ‘abasa wa basar

Kemudian, dia berwajah masam dan cemberut (karena tidak menemukan kelemahan Al-Qur’an).

23

ثُمَّ اَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَۙ

tsumma adbara wastakbar

Kemudian, dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri.

24

فَقَالَ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ يُّؤْثَرُۙ

fa qâla in hâdzâ illâ siḫruy yu'tsar

Lalu, dia berkata, “(Al-Qur’an) ini tidak lain, kecuali sihir yang dipelajari (dari orang-orang terdahulu).

25

اِنْ هٰذَآ اِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِۗ

in hâdzâ illâ qaulul-basyar

Ini tidak lain kecuali perkataan manusia.”

26

سَاُصْلِيْهِ سَقَرَ

sa'ushlîhi saqar

Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.

27

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سَقَرُۗ

wa mâ adrâka mâ saqar

Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?

28

لَا تُبْقِيْ وَلَا تَذَرُۚ

lâ tubqî wa lâ tadzar

(Neraka Saqar itu) tidak meninggalkan (sedikit pun bagian jasmani) dan tidak membiarkan(-nya luput dari siksaan).

29

لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِۚ

lawwâḫatul lil-basyar

(Neraka Saqar itu) menghanguskan kulit manusia.

30

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَۗ

‘alaihâ tis‘ata ‘asyar

Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

31

وَمَا جَعَلْنَآ اَصْحٰبَ النَّارِ اِلَّا مَلٰۤىِٕكَةًۖ وَّمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ اِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْاۙ لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِيْمَانًا وَّلَا يَرْتَابَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْمُؤْمِنُوْنَۙ وَلِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْكٰفِرُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۗ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِࣖ

wa mâ ja‘alnâ ash-ḫâban-nâri illâ malâ'ikataw wa mâ ja‘alnâ ‘iddatahum illâ fitnatal lilladzîna kafarû liyastaiqinalladzîna ûtul-kitâba wa yazdâdalladzîna âmanû îmânaw wa lâ yartâballadzîna ûtul-kitâba wal-mu'minûna wa liyaqûlalladzîna fî qulûbihim maradluw wal-kâfirûna mâdzâ arâdallâhu bihâdzâ matsalâ, kadzâlika yudlillullâhu may yasyâ'u wa yahdî may yasyâ', wa mâ ya‘lamu junûda rabbika illâ huw, wa mâ hiya illâ dzikrâ lil-basyar

Kami tidak menjadikan para penjaga neraka, kecuali para malaikat dan Kami tidak menentukan bilangan mereka itu, kecuali sebagai cobaan bagi orang-orang kafir. (Yang demikian itu) agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, orang yang beriman bertambah imannya, orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, serta orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata,) “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki (berdasarkan kecenderungan dan pilihan mereka sendiri) dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapan mereka untuk menerima petunjuk). Tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Ia (neraka Saqar itu) tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.

32

كَلَّا وَالْقَمَرِۙ

kallâ wal-qamar

Sekali-kali tidak! Demi bulan,

33

وَالَّيْلِ اِذْ اَدْبَرَۙ

wal-laili idz adbar

demi malam ketika telah berlalu,

34

وَالصُّبْحِ اِذَآ اَسْفَرَۙ

wash-shub-ḫi idzâ asfar

dan demi subuh apabila mulai terang,

35

اِنَّهَا لَاِحْدَى الْكُبَرِۙ

innahâ la'iḫdal-kubar

sesungguhnya ia (neraka Saqar itu) benar-benar salah satu (bencana) yang sangat besar,

36

نَذِيْرًا لِّلْبَشَرِۙ

nadzîral lil-basyar

sebagai peringatan bagi manusia,

37

لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّتَقَدَّمَ اَوْ يَتَاَخَّرَۗ

liman syâ'a mingkum ay yataqaddama au yata'akhkhar

(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju (meraih kebajikan) atau mundur (dengan berbuat maksiat).

38

كُلُّ نَفْسٍ ۢ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌۙ

kullu nafsim bimâ kasabat rahînah

Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan,

39

اِلَّآ اَصْحٰبَ الْيَمِيْنِۛ

illâ ash-ḫâbal-yamîn

kecuali golongan kanan,

40

فِيْ جَنّٰتٍۛ يَتَسَاۤءَلُوْنَۙ

fî jannâtiy yatasâ'alûn

berada di dalam surga yang mereka saling bertanya

41

عَنِ الْمُجْرِمِيْنَۙ

‘anil-mujrimîn

tentang (keadaan) para pendurhaka,

42

مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ

mâ salakakum fî saqar

“Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?”

43

قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَۙ

qâlû lam naku minal-mushallîn

Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat

44

وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِيْنَۙ

wa lam naku nuth‘imul-miskîn

dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin.

45

وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَاۤىِٕضِيْنَۙ

wa kunnâ nakhûdlu ma‘al-khâ'idlîn

Bahkan, kami selalu berbincang (untuk tujuan yang batil) bersama para pembincang,

46

وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّيْنِۙ

wa kunnâ nukadzdzibu biyaumid-dîn

dan kami selalu mendustakan hari Pembalasan,

47

حَتّٰىٓ اَتٰىنَا الْيَقِيْنُۗ

ḫattâ atânal-yaqîn

hingga datang kepada kami kematian.”

48

فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشّٰفِعِيْنَۗ

fa mâ tanfa‘uhum syafâ‘atusy-syâfi‘în

Maka, tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari para pemberi syafaat.

49

فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِيْنَۙ

fa mâ lahum ‘anit-tadzkirati mu‘ridlîn

Lalu, mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)

50

كَاَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنْفِرَةٌۙ

ka'annahum ḫumurum mustanfirah

seakan-akan mereka keledai liar yang terkejut

51

فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍۗ

farrat ming qaswarah

lari dari singa.

52

بَلْ يُرِيْدُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّؤْتٰى صُحُفًا مُّنَشَّرَةًۙ

bal yurîdu kullumri'im min-hum ay yu'tâ shuḫufam munasysyarah

Bahkan, setiap orang dari mereka ingin diberi lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka.

53

كَلَّاۗ بَلْ لَّا يَخَافُوْنَ الْاٰخِرَةَۗ

kallâ, bal lâ yakhâfûnal-âkhirah

Sekali-kali tidak! Sebenarnya mereka tidak takut pada akhirat.

54

كَلَّآ اِنَّهٗ تَذْكِرَةٌۚ

kallâ innahû tadzkirah

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu adalah suatu peringatan.

55

فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗۗ

fa man syâ'a dzakarah

Siapa yang berkehendak tentu mengambil pelajaran darinya.

56

وَمَا يَذْكُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُۗ هُوَ اَهْلُ التَّقْوٰى وَاَهْلُ الْمَغْفِرَةِࣖ

wa mâ yadzkurûna illâ ay yasyâ'allâh, huwa ahlut-taqwâ wa ahlul-maghfirah

Mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur’an), kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah yang (kita) patut bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan.

Anda baru saja membaca Surat Al-Muddassir.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat Al-Muddassir

Apa isi kandungan Surat Al-Muddassir?

Al-Muddassir memuat perintah pertama untuk berdakwah secara aktif kepada Rasulullah, setelah sebelumnya shalat diperkuat melalui Al-Muzzammil. Surat ini menegaskan bahwa neraka Saqar dijaga oleh sembilan belas malaikat, dan mengisahkan penolakan sombong salah satu pembesar Quraisy yang berpaling dari Al-Quran. Surat Al-Muddassir terdiri dari 56 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).

Berapa jumlah ayat Surat Al-Muddassir?

Surat Al-Muddassir terdiri dari 56 ayat dan terdapat pada juz 29 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 11 menit.

Mengapa surat ini dinamakan Al-Muddassir (Orang yang Berkemul)?

Nama "Al-Muddassir" (المدثر) berarti "Orang yang Berkemul" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-74 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat Al-Muddassir Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Al-Muddassir termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.

Kapan waktu terbaik membaca Surat Al-Muddassir?

Surat Al-Muddassir dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.

Apa keutamaan membaca Surat Al-Muddassir?

Surat Al-Muddatstsir memuat perintah dakwah pertama kepada Nabi ﷺ setelah perintah membaca (iqra') dalam surat Al-Alaq. Diriwayatkan bahwa ayat-ayat awal surat ini turun setelah jeda wahyu (fatrah), menjadi awal dimulainya fase dakwah terang-terangan. (HR. Al-Bukhari) Surat ini memuat penyebutan 19 malaikat penjaga neraka yang menjadi salah satu mukjizat bilangan dalam Al-Quran.