فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ
Fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah(tin).
dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan.
فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ
Fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah(tin).
dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan.
maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan dan membahagiakan. Itulah surga yang penuh nikmat.
Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan tentang ganjaran bagi orang-orang yang banyak melakukan amal kebajikan, yaitu ketika amal mereka ditimbang dan timbangannya berat karena banyak mengerjakan amal-amal saleh. Ganjaran bagi orang-orang ini adalah kesenangan abadi di surga. Mereka hidup di dalamnya penuh dengan kebahagiaan, kenikmatan, dan kepuasan. Kita wajib mempercayai adanya mīzān (neraca/timbangan) yang tersebut pada ayat ini dan dalam firman-Nya:
وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ
Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat. (al-Anbiyā’/21: 47)
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 11 ayat, kunjungi halaman utama Surat Al-Qariah lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.