اَلْقَارِعَةُۙ
Al-qāri‘ah(tu).
Al-Qāri‘ah (hari Kiamat yang menggetarkan).
Hari Kiamat•Makkiyah•11 ayat•Juz 30
Al-Qariah menggambarkan hari kiamat sebagai hari yang mengguncangkan dan mendebarkan hati, ketika manusia seperti laron yang beterbangan dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Pada hari itu timbangan amal perbuatan akan ditegakkan: siapa yang berat timbangannya akan hidup senang, dan siapa yang ringan timbangannya akan masuk jurang kehancuran.
Surat ke-101 ini terdiri dari 11 ayat dan termasuk surat Makkiyah, diturunkan setelah Surat Quraisy. Namanya berarti yang mengetuk dengan keras, lalu kata ini dipakai sebagai nama hari kiamat, diambil dari ayat pertama.
Al-Qariah menjelaskan golongan yang masuk surga dan golongan yang masuk neraka, lalu At-Takasur menerangkan salah satu sebab orang masuk neraka.
Diringkas dari Mukadimah Al-Qur'an dan Terjemahannya, Kementerian Agama RI.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْقَارِعَةُۙ
Al-qāri‘ah(tu).
Al-Qāri‘ah (hari Kiamat yang menggetarkan).
مَا الْقَارِعَةُ ۚ
Mal-qāri‘ah(tu).
Apakah al-Qāri‘ah itu?
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ ۗ
Wa mā adrāka mal-qāri‘ah(tu).
Tahukah kamu apakah al-Qāri‘ah itu?
يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ
Yauma yakūnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡūṡ(i).
Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan
وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ
Wa takūnul-jibālu kal-‘ihnil-manfūsy(i).
dan gunung-gunung seperti bulu yang berhamburan.
فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهٗۙ
Fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh(ū).
Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya,
فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ
Fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah(tin).
dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan.
وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ
Wa ammā man khaffat mawāzīnuh(ū).
Adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya,
فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ ۗ
Fa ummuhū hāwiyah(tun).
tempat kembalinya adalah (neraka) Hawiyah.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ
Wa mā adrāka mā hiyah.
Tahukah kamu apakah (neraka Hawiyah) itu?
نَارٌ حَامِيَةٌ ࣖ
Nārun ḥāmiyah(tun).
(Ia adalah) api yang sangat panas.
Teks Arab, Latin, terjemahan, dan tafsir bersumber dari Kementerian Agama RI, dengan transliterasi mengikuti SKB Menteri Agama dan Menteri P dan K 1987 serta ejaan KBBI.