Surat Ar Rahman

Maha Pengasih • Madaniyah • 78 ayat

Tentang Surat Ar-Rahman

Baca Surat Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah — الرحمن) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 78 ayat Madaniyah (Juz 27) — surat ke-55 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. Ar-Rahman menyebutkan berbagai nikmat Allah kepada jin dan manusia, dengan mengulang pertanyaan 'Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?' sebanyak tiga puluh satu kali sebagai pengingat yang kuat. Surat ini menggambarkan keindahan surga dengan dua taman bertingkat dan berbagai kenikmatan yang tiada tara..

Tema Utama

  • Rahmat dan kasih sayang Allah yang tak terhingga
  • Nikmat-nikmat Allah kepada manusia dan jin yang tak terhitung
  • Bukti keesaan dan kekuasaan Allah melalui penciptaan alam
  • Kepastian Hari Pembalasan dan keadilan Allah
  • Gambaran surga dan balasan bagi orang-orang bertakwa

Kandungan Surat

Ayat 1-4Ar-Rahman mengajarkan Al-Quran — Allah Yang Maha Pengasih yang mengajarkan Al-Quran, menciptakan manusia, dan mengajarkannya pandai berbicara.
Ayat 5-13Tanda-tanda kekuasaan dalam alam — matahari dan bulan beredar dengan perhitungan, tumbuhan dan pohon tunduk sujud, langit ditinggikan dengan neraca keadilan, dan bumi dihamparkan untuk makhluk-Nya.
Ayat 14-16Penciptaan manusia dan jin — manusia diciptakan dari tanah liat kering dan jin diciptakan dari nyala api.
Ayat 17-25Keagungan kekuasaan Allah — Tuhan dua timur dan dua barat, dua lautan yang bertemu namun tak bercampur, dan mutiara serta marjan yang dikeluarkan dari dalamnya.
Ayat 26-30Kefanaan makhluk — semua yang ada di bumi akan binasa, dan hanya Dzat Allah yang kekal dengan segala keagungan dan kemurahan-Nya.
Ayat 31-45Hari Pembalasan — manusia dan jin akan dimintai pertanggungjawaban, gambaran dahsyatnya hari kiamat dan azab bagi pendosa.
Ayat 46-78Dua surga dan nikmatnya — gambaran indah tentang dua surga bagi orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya, dengan segala kenikmatan yang belum pernah dilihat mata.

Keutamaan

  • Dijuluki 'Arusul Quran (Pengantin Al-Quran) karena keindahan susunan dan isinya.
  • Mengandung ayat "Fa bi ayyi ala'i Rabbikuma tukadzdziban" (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang diulang 31 kali sebagai pengingat nikmat Allah.
  • Ketika Nabi ﷺ membacakan surat ini kepada para sahabat dan mereka diam, beliau bersabda bahwa jin lebih baik responsnya — setiap kali mendengar ayat tersebut, mereka menjawab: "Tidak ada nikmat-Mu yang kami dustakan, wahai Tuhan kami." (HR. Tirmidzi)

Asbab Nuzul

Ar-Rahman turun sebagai respons terhadap kaum musyrikin yang menolak nama Allah "Ar-Rahman" (Yang Maha Pengasih), sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Furqan ayat 60. Sebagian ulama berpendapat surat ini Makkiyah, sebagian lainnya Madaniyah. Asma' binti Abu Bakar meriwayatkan bahwa ia mendengar surat ini di Mekkah sebelum dakwah terang-terangan, yang menunjukkan bahwa surat ini turun pada periode awal kenabian.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qurthubi, Sunan At-Tirmidzi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

اَلرَّحْمٰنُۙ

ar-raḫmân

(Allah) Yang Maha Pengasih,

2

عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ

‘allamal-qur'ân

telah mengajarkan Al-Qur’an.

3

خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ

khalaqal-insân

Dia menciptakan manusia.

4

عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

‘allamahul-bayân

Dia mengajarinya pandai menjelaskan.

5

اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ

asy-syamsu wal-qamaru biḫusbân

Matahari dan bulan (beredar) sesuai dengan perhitungan.

6

وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ

wan-najmu wasy-syajaru yasjudân

Tetumbuhan dan pepohonan tunduk (kepada-Nya).

7

وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ

was-samâ'a rafa‘ahâ wa wadla‘al-mîzân

Langit telah Dia tinggikan dan Dia telah menciptakan timbangan (keadilan dan keseimbangan)

8

اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ

allâ tathghau fil-mîzân

agar kamu tidak melampaui batas dalam timbangan itu.

9

وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ

wa aqîmul-wazna bil-qisthi wa lâ tukhsirul-mîzân

Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu.

10

وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ

wal-ardla wadla‘ahâ lil-anâm

Bumi telah Dia bentangkan untuk makhluk(-Nya).

11

فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ

fîhâ fâkihatuw wan-nakhlu dzâtul-akmâm

Padanya terdapat buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,

12

وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُۚ

wal-ḫabbu dzul-‘ashfi war-raiḫân

biji-bijian yang berkulit, dan bunga-bunga yang harum baunya.

13

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

14

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ

khalaqal-insâna min shalshâling kal-fakhkhâr

Dia telah menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.

15

وَخَلَقَ الْجَاۤنَّ مِنْ مَّارِجٍ مِّنْ نَّارٍۚ

wa khalaqal-jânna mim mârijim min nâr

Dia juga telah menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.

16

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

17

رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِۚ

rabbul-masyriqaini wa rabbul-maghribaîn

(Dialah) Tuhan kedua tempat terbit (matahari pada musim panas dan musim dingin) dan Tuhan kedua tempat terbenam (matahari pada kedua musim itu).

18

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

19

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ

marajal-baḫraini yaltaqiyân

Dia membiarkan dua laut (tawar dan asin) bertemu.

20

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ

bainahumâ barzakhul lâ yabghiyân

Di antara keduanya ada pembatas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

21

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

22

يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُۚ

yakhruju min-humal-lu'lu'u wal-marjân

Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

23

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

24

وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَاٰتُ فِى الْبَحْرِ كَالْاَعْلَامِۚ

wa lahul-jawâril-munsya'âtu fil-baḫri kal-a‘lâm

Milik-Nyalah (bahtera) buatan manusia yang berlayar di laut laksana gunung-gunung.

25

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِࣖ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

26

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۖ

kullu man ‘alaihâ fân

Semua yang ada di atasnya (bumi) itu akan binasa.

27

وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ

wa yabqâ waj-hu rabbika dzul-jalâli wal-ikrâm

(Akan tetapi,) wajah (zat) Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.

28

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

29

يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ

yas'aluhû man fis-samâwâti wal-ardl, kulla yaumin huwa fî sya'n

Siapa yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap hari Dia menangani urusan.

30

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

31

سَنَفْرُغُ لَكُمْ اَيُّهَ الثَّقَلٰنِۚ

sanafrughu lakum ayyuhats-tsaqalân

Kami akan mencurahkan perhatian kepadamu, wahai manusia dan jin.

32

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

33

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ

yâ ma‘syaral-jinni wal-insi inistatha‘tum an tanfudzû min aqthâris-samâwâti wal-ardli fanfudzû, lâ tanfudzûna illâ bisulthân

Wahai segenap jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan (dari Allah).

34

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

35

يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّنْ نَّارٍۙ وَّنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِۚ

yursalu ‘alaikumâ syuwâdhum min nâriw wa nuḫâsun fa lâ tantashirân

Kepadamu, (wahai jin dan manusia,) disemburkan nyala api dan (ditumpahkan) cairan tembaga panas sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri.

36

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

37

فَاِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِۚ

fa idzansyaqqatis-samâ'u fa kânat wardatang kad-dihân

Maka, apabila langit terbelah, lalu (warnanya) menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak, (terjadilah kengerian yang hebat).

38

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

39

فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْـَٔلُ عَنْ ذَنْۢبِهٖٓ اِنْسٌ وَّلَا جَاۤنٌّۚ

fa yauma'idzil lâ yus'alu ‘an dzambihî insuw wa lâ jânn

Maka, pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.

40

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

41

يُعْرَفُ الْمُجْرِمُوْنَ بِسِيْمٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِيْ وَالْاَقْدَامِۚ

yu‘raful-mujrimûna bisîmâhum fa yu'khadzu bin-nawâshî wal-aqdâm

Para pendosa dikenali dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya.

42

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

43

هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُوْنَۘ

hâdzihî jahannamullatî yukadzdzibu bihal-mujrimûn

Inilah (neraka) Jahanam yang didustakan oleh para pendosa.

44

يَطُوْفُوْنَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيْمٍ اٰنٍۚ

yathûfûna bainahâ wa baina ḫamîmin ân

Mereka bolak-balik di antaranya (api neraka) dan air mendidih yang sangat panas.

45

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِࣖ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

46

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِۚ

wa liman khâfa maqâma rabbihî jannatân

Bagi siapa yang takut pada keagungan Tuhannya disediakan dua surga.

47

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

48

ذَوَاتَآ اَفْنَانٍۚ

dzawâtâ afnân

Kedua surga itu mempunyai (pepohonan) yang bercabang-cabang.

49

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

50

فِيْهِمَا عَيْنٰنِ تَجْرِيٰنِۚ

fîhimâ ‘ainâni tajriyân

Di dalam kedua (surga) itu terdapat dua mata air yang memancar.

51

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

52

فِيْهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجٰنِۚ

fîhimâ ming kulli fâkihatin zaujân

Di dalam kedua (surga) itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.

53

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

54

مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى فُرُشٍ ۢ بَطَاۤىِٕنُهَا مِنْ اِسْتَبْرَقٍۗ وَجَنَا الْجَنَّتَيْنِ دَانٍۚ

muttaki'îna ‘alâ furusyim bathâ'inuhâ min istabraq, wa janal-jannataini dân

Mereka berbaring di atas permadani yang bagian dalamnya (terbuat) dari sutera tebal. Buah-buahan di kedua surga itu (dapat) dipetik dari dekat.

55

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

56

فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ

fîhinna qâshirâtuth-tharfi lam yathmits-hunna insung qablahum wa lâ jânn

Di dalamnya ada (bidadari) yang membatasi pandangan (hanya untuk pasangannya) yang tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin.

57

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

58

كَاَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُۚ

ka'annahunnal-yâqûtu wal-marjân

Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.

59

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

60

هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ

hal jazâ'ul-iḫsâni illal-iḫsân

Adakah balasan kebaikan selain kebaikan (pula)?

61

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

62

وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِۚ

wa min dûnihimâ jannatân

Selain dari kedua (surga) itu ada dua surga (lagi).

63

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

64

مُدْهَاۤمَّتٰنِۚ

mud-hâmmatân

Kedua surga itu (terlihat warnanya) hijau tua.

65

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

66

فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ

fîhimâ ‘ainâni nadldlâkhatân

Di dalam keduanya ada dua mata air yang memancar tanpa henti.

67

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

68

فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ

fîhimâ fâkihatuw wa nakhluw wa rummân

Di dalam keduanya ada buah-buahan (antara lain) kurma dan delima.

69

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

70

فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ

fîhinna khairâtun ḫisân

Di dalamnya ada (bidadari) yang mulia (akhlaknya) lagi jelita.

71

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

72

حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِى الْخِيَامِۚ

ḫûrum maqshûrâtun fil-khiyâm

Bidadari-bidadari yang dipingit dalam kemah-kemah.

73

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

74

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ

lam yathmits-hunna insung qablahum wa lâ jânn

Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin.

75

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

76

مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍۚ

muttaki'îna ‘alâ rafrafin khudlriw wa ‘abqariyyin ḫisân

Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

77

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

fa bi'ayyi âlâ'i rabbikumâ tukadzdzibân

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

78

تَبٰرَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِى الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِࣖ

tabârakasmu rabbika dzil-jalâli wal-ikrâm

Mahaberkah nama Tuhanmu Pemilik keagungan dan kemuliaan.

Anda baru saja membaca Surat Ar-Rahman.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat Ar-Rahman

Mengapa Surat Ar-Rahman disebut "Pengantin Al-Quran"?

Surat Ar-Rahman dijuluki 'Arusul Quran' (Pengantin Al-Quran) karena keindahan susunan bahasanya. Ayat "Fa bi ayyi aalaa'i Rabbikumaa tukadzdzibaan" (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan) diulang 31 kali sebagai pengingat nikmat Allah.

Apa keutamaan membaca Surat Ar-Rahman?

Surat Ar-Rahman mengajak manusia merenungi nikmat Allah yang tak terhitung. Membacanya secara rutin mendatangkan ketenangan hati dan menumbuhkan rasa syukur atas segala karunia-Nya.

Berapa kali ayat "Fa bi ayyi aalaa'i Rabbikumaa tukadzdzibaan" diulang?

Ayat ini diulang sebanyak 31 kali dalam Surat Ar-Rahman (78 ayat). Pengulangan ini menjadi ciri khas surat dan berfungsi sebagai penegasan agar manusia dan jin mengakui nikmat Allah.

Apakah teks Surat Ar-Rahman di LiteQuran sesuai standar Kemenag RI?

Ya, seluruh teks Arab, transliterasi Latin, dan terjemahan Surat Ar-Rahman di LiteQuran merujuk pada data resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Apa isi kandungan Surat Ar-Rahman?

Ar-Rahman menyebutkan berbagai nikmat Allah kepada jin dan manusia, dengan mengulang pertanyaan 'Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?' sebanyak tiga puluh satu kali sebagai pengingat yang kuat. Surat ini menggambarkan keindahan surga dengan dua taman bertingkat dan berbagai kenikmatan yang tiada tara. Surat Ar-Rahman terdiri dari 78 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyah (diturunkan di Madinah).

Berapa jumlah ayat Surat Ar-Rahman?

Surat Ar-Rahman terdiri dari 78 ayat dan terdapat pada juz 27 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 16 menit (disarankan dibaca bertahap).

Mengapa surat ini dinamakan Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah)?

Nama "Ar-Rahman" (الرحمن) berarti "Yang Maha Pemurah" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-55 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat Ar-Rahman Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Ar-Rahman termasuk golongan surat Madaniyah, yaitu surat yang diturunkan di Madinah. Surat Madaniyah umumnya memuat hukum-hukum syariat, aturan bermasyarakat, serta pedoman hubungan antarumat sebagai panduan hidup bernegara dan bermasyarakat.

Kapan waktu terbaik membaca Surat Ar-Rahman?

Surat Ar-Rahman dapat dibaca kapan saja. Sebagai surat Madaniyah yang memuat pedoman syariat dan kehidupan bermasyarakat, membacanya secara rutin membantu memahami hukum-hukum Islam yang terkandung di dalamnya.

Apa keutamaan membaca Surat Ar-Rahman?

Dijuluki 'Arusul Quran (Pengantin Al-Quran) karena keindahan susunan dan isinya. Mengandung ayat "Fa bi ayyi ala'i Rabbikuma tukadzdziban" (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang diulang 31 kali sebagai pengingat nikmat Allah. Ketika Nabi ﷺ membacakan surat ini kepada para sahabat dan mereka diam, beliau bersabda bahwa jin lebih baik responsnya — setiap kali mendengar ayat tersebut, mereka menjawab: "Tidak ada nikmat-Mu yang kami dustakan, wahai Tuhan kami." (HR. Tirmidzi)