فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ
Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Ayat ini mengungkapkan bahwa bidadari itu tidak pernah disentuh oleh manusia atau pun jin sebelum datang penghuni surga yang menjadi suami mereka. Hanya suami-suami mereka inilah yang berhak menyentuh mereka.
Pengulangan pernyataan ini, dimana sebelumnya telah disebutkan dalam ayat 56 Surah ar-Raḥmān ini, adalah untuk menunjukkan bahwa mereka sungguh suci dan kesucian mereka terpelihara sangat baik. Oleh karena itu, maka nikmat Tuhan yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia?
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 78 ayat, kunjungi halaman utama Surat Ar-Rahman lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.