فَلَمَّا جَهَّزَهُمْ بِجَهَازِهِمْ جَعَلَ السِّقَايَةَ فِيْ رَحْلِ اَخِيْهِ ثُمَّ اَذَّنَ مُؤَذِّنٌ اَيَّتُهَا الْعِيْرُ اِنَّكُمْ لَسٰرِقُوْنَ
Falammā jahhazahum bijahāzihim ja‘alas-siqāyata fī raḥli akhīhi ṡumma ażżana mu'ażżinun ayyatuhal-‘īru innakum lasāriqūn(a).
Maka, ketika telah disiapkan bahan makanan untuk mereka, dia (Yusuf) memasukkan cawan375 ke dalam karung saudaranya (Bunyamin). Kemudian berteriaklah seorang penyeru, “Wahai kafilah, sesungguhnya kamu benar-benar para pencuri.”
375) Cawan yang dimaksud adalah suatu wadah yang terbuat dari emas yang digunakan untuk minum dan dapat juga digunakan untuk menakar.