Surat Al-Ala

Yang Maha Tinggi•Makkiyah•19 ayat•Juz 30

Tentang Surat Al-Ala

Al-Ala memerintahkan manusia untuk mensucikan dan memuliakan nama Allah Yang Maha Tinggi yang menciptakan, menyempurnakan, dan menentukan takdir segala sesuatu. Surat ini berjanji bahwa Rasulullah tidak akan lupa dengan wahyu yang diterimanya karena Allah sendiri yang menjaganya, dan menegaskan bahwa keberuntungan hanya bagi mereka yang menyucikan diri dan mengingat Allah.

Sekilas Surat Al-Ala

Surat ke-87 ini terdiri dari 19 ayat dan termasuk surat Makkiyah, diturunkan setelah Surat At-Takwir. Namanya berarti Yang Mahatinggi, diambil dari ayat pertama. Menurut riwayat Muslim dari Nu'man bin Basyir, Rasulullah membaca Al-Ala pada rakaat pertama dan Al-Gasyiyah pada rakaat kedua dalam shalat Idulfitri, Iduladha, dan shalat Jumat.

Pokok isi Surat Al-Ala

  • Perintah bertasbih menyucikan nama Tuhan Yang Mahatinggi.
  • Allah menciptakan dan menyempurnakan ciptaan-Nya, menentukan kadarnya, dan memberinya petunjuk.
  • Nabi Muhammad tidak akan lupa ayat-ayat yang dibacakan kepadanya, kecuali yang dikehendaki Allah.
  • Beruntunglah orang yang menyucikan diri, mengingat nama Tuhannya, lalu shalat, karena akhirat lebih baik dan lebih kekal.

Hubungan dengan Surat Al-Gasyiyah

Orang beriman, orang kafir, surga, dan neraka yang disebut garis besarnya di Al-Ala diuraikan lebih luas di Al-Gasyiyah.

Diringkas dari Mukadimah Al-Qur'an dan Terjemahannya, Kementerian Agama RI.

Bacaan Surat Al-Ala Arab, Latin dan Artinya

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ

Sabbiḥisma rabbikal-a‘lā.

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi,

الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ

Allażī khalaqa fasawwā.

yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya),

وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ

Wal-lażī qaddara fahadā.

yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,

وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ

Wal-lażī akhrajal-mar‘ā.

dan yang menumbuhkan (rerumputan) padang gembala,

فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ

Fa ja‘alahū guṡā'an aḥwā.

lalu menjadikannya kering kehitam-hitaman.

سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ ۖ

Sanuqri'uka falā tansā.

Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,

اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ

Illā mā syā'allāh(u), innahū ya‘lamul-jahra wa mā yakhfā.

kecuali jika Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ

Wa nuyassiruka lil-yusrā.

Kami akan melapangkan bagimu jalan kemudahan (dalam segala urusan).

فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ

Fa żakkir in nafa‘atiż-żikrā.

Maka, sampaikanlah peringatan jika peringatan itu bermanfaat.

سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ

Sayażżakkaru may yakhsyā.

Orang yang takut (kepada Allah) akan mengambil pelajaran,

وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ

Wa yatajannabuhal-asyqā.

sedangkan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,

الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ

Allażī yaṣlan-nāral-kubrā.

(yaitu) orang yang akan memasuki api (neraka) yang besar.

ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ

Ṡumma lā yamūtu fīhā wa lā yaḥyā.

Selanjutnya, dia tidak mati dan tidak (pula) hidup di sana.

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ

Qad aflaḥa man tazakkā.

Sungguh, beruntung orang yang menyucikan diri (dari kekafiran)

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ

Wa żakarasma rabbihī fa ṣallā.

dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat.

بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ

Bal tu'ṡirūnal-ḥayātad-dun-yā.

Adapun kamu (orang-orang kafir) mengutamakan kehidupan dunia,

وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ

Wal-ākhiratu khairuw wa abqā.

padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.

اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ

Inna hāżā lafiṣ-ṣuḥufil-ūlā.

Sesungguhnya (penjelasan) ini terdapat dalam suhuf (lembaran-lembaran) yang terdahulu,

صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى ࣖ

Ṣuḥufi ibrāhīma wa mūsā.

(yaitu) suhuf (yang diturunkan kepada) Ibrahim dan Musa.

Teks Arab, Latin, terjemahan, dan tafsir bersumber dari Kementerian Agama RI, dengan transliterasi mengikuti SKB Menteri Agama dan Menteri P dan K 1987 serta ejaan KBBI.

Daftar Surat Al-Quran Populer

Pertanyaan seputar Surat Al-Ala

Apa isi kandungan Surat Al-Ala?
Al-Ala memerintahkan manusia untuk mensucikan dan memuliakan nama Allah Yang Maha Tinggi yang menciptakan, menyempurnakan, dan menentukan takdir segala sesuatu. Surat ini berjanji bahwa Rasulullah tidak akan lupa dengan wahyu yang diterimanya karena Allah sendiri yang menjaganya, dan menegaskan bahwa keberuntungan hanya bagi mereka yang menyucikan diri dan mengingat Allah.
Surat Al-Ala ada berapa ayat?
Surat Al-Ala terdiri dari 19 ayat. Surat ke-87 ini termasuk surat Makkiyah dan terletak di juz 30, halaman 591–592 pada mushaf standar 604 halaman, setelah Surat At-Tariq dan sebelum Surat Al-Gasyiyah.
Apa arti nama Surat Al-Ala?
Al-Ala (الأعلى) berarti “Yang Maha Tinggi”. Kata ini disebut pada ayat 1: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi,”
Surat Al-Ala diturunkan setelah surat apa?
Menurut Mukadimah Al-Qur'an dan Terjemahannya (Kemenag), Surat Al-Ala diturunkan setelah Surat At-Takwir, dan sesudahnya turun Surat Al-Lail. Surat ini termasuk surat Makkiyah.