اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ
iqra' bismi rabbikalladzî khalaq
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!
Baca Surat Al-'Alaq (Segumpal Darah — العلق) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 19 ayat Makkiyah (Juz 30) — surat ke-96 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. Al-Alaq memuat wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad di Gua Hira, dimulai dengan perintah 'Iqra' (bacalah) atas nama Allah yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Surat ini juga mencela mereka yang melarang hamba Allah untuk shalat, dan mengancam mereka yang berpaling dari kebenaran..
Lima ayat pertama surat Al-'Alaq (ayat 1-5) adalah wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad ﷺ di Gua Hira pada malam 17 Ramadan, ketika beliau sedang berkhalwat. Malaikat Jibril datang dan memerintahkan beliau membaca, dan setelah tiga kali beliau menjawab 'Aku tidak bisa membaca,' Jibril memeluknya erat lalu membacakan lima ayat tersebut. Adapun ayat-ayat selanjutnya (ayat 6-19) turun belakangan berkenaan dengan Abu Jahal yang mengancam dan melarang Nabi ﷺ shalat di dekat Ka'bah, maka Allah menurunkan ayat-ayat ancaman baginya.
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Tafsir Ath-Thabari
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ
iqra' bismi rabbikalladzî khalaq
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ
khalaqal-insâna min ‘alaq
Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.
اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ
iqra' wa rabbukal-akram
Bacalah! Tuhanmulah Yang Mahamulia,
الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ
alladzî ‘allama bil-qalam
yang mengajar (manusia) dengan pena.
عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
‘allamal-insâna mâ lam ya‘lam
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓۙ
kallâ innal-insâna layathghâ
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya manusia itu benar-benar melampaui batas
اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ
ar ra'âhustaghnâ
ketika melihat dirinya serba berkecukupan.
اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰىۗ
inna ilâ rabbikar-ruj‘â
Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(-mu).
اَرَاَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰىۙ
a ra'aitalladzî yan-hâ
Tahukah kamu tentang orang yang melarang
عَبْدًا اِذَا صَلّٰىۗ
‘abdan idzâ shallâ
seorang hamba ketika dia melaksanakan salat?
اَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰىٓۙ
a ra'aita ing kâna ‘alal-hudâ
Bagaimana pendapatmu kalau terbukti dia berada di dalam kebenaran
اَوْ اَمَرَ بِالتَّقْوٰىۗ
au amara bit-taqwâ
atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ
a ra'aita ing kadzdzaba wa tawallâ
Bagaimana pendapatmu kalau dia mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari keimanan)?
اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ
a lam ya‘lam bi'annallâha yarâ
Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?
كَلَّا لَىِٕنْ لَّمْ يَنْتَهِ ەۙ لَنَسْفَعًا ۢ بِالنَّاصِيَةِۙ
kallâ la'il lam yantahi lanasfa‘am bin-nâshiyah
Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian), niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (ke dalam neraka),
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍۚ
nâshiyating kâdzibatin khâthi'ah
(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan (kebenaran) dan durhaka.
فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗۙ
falyad‘u nâdiyah
Biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya).
سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَۙ
sanad‘uz-zabâniyah
Kelak Kami akan memanggil (Malaikat) Zabaniah (penyiksa orang-orang yang berdosa).
كَلَّاۗ لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩ࣖ
kallâ, lâ tuthi‘hu wasjud waqtarib
Sekali-kali tidak! Janganlah patuh kepadanya, (tetapi) sujud dan mendekatlah (kepada Allah).
Anda baru saja membaca Surat Al-'Alaq.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.
Al-Alaq memuat wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad di Gua Hira, dimulai dengan perintah 'Iqra' (bacalah) atas nama Allah yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Surat ini juga mencela mereka yang melarang hamba Allah untuk shalat, dan mengancam mereka yang berpaling dari kebenaran. Surat Al-'Alaq terdiri dari 19 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).
Surat Al-'Alaq terdiri dari 19 ayat dan terdapat pada juz 30 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 4 menit.
Nama "Al-'Alaq" (العلق) berarti "Segumpal Darah" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-96 dalam urutan mushaf Al-Quran.
Surat Al-'Alaq termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.
Surat Al-'Alaq dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.
Surat Al-'Alaq mengandung lima ayat pertama yang turun kepada Nabi ﷺ, menjadikannya surat pertama dalam sejarah pewahyuan Al-Quran. (HR. Al-Bukhari & Muslim) Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwa Jibril datang kepada Nabi ﷺ di Gua Hira dan berkata 'Iqra' (Bacalah), dan ini adalah awal mula turunnya wahyu. (HR. Al-Bukhari) Surat ini menjadi dasar utama kewajiban menuntut ilmu dalam Islam karena dimulai dengan perintah membaca dan menyebut pengajaran dengan pena. Ayat terakhir surat ini ('Usjud waqtarib' — sujudlah dan dekatkanlah dirimu) mengandung sajdah tilawah menurut jumhur ulama.