قَالَ اَنْظِرْنِيْٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ
Qāla anẓirnī ilā yaumi yub‘aṡūn(a).
Ia (Iblis) menjawab, “Berilah aku penangguhan waktu sampai hari mereka dibangkitkan.”
قَالَ اَنْظِرْنِيْٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ
Qāla anẓirnī ilā yaumi yub‘aṡūn(a).
Ia (Iblis) menjawab, “Berilah aku penangguhan waktu sampai hari mereka dibangkitkan.”
Ketika Iblis memproklamasikan diri sebagai musuh Allah dan Nabi Adam serta keturunannya, ia meminta agar Allah menangguhkan usianya sampai hari kiamat. Iblis menjawab perintah Allah untuk keluar dari dalam surga, “Berilah aku penangguhan waktu, panjangkanlah usia-ku, dan janganlah Engkau wafatkan aku sampai hari kiamat, yaitu hari ketika mereka, semua manusia, dibangkitkan agar aku dapat menyesatkan Adam dan keturunannya.”
Ketika Iblis mendengar perintah Allah itu agar ia turun dan keluar dari surga, maka Iblis minta dipanjangkan umurnya dan jangan dimatikan dahulu, begitu juga keturunannya sampai hari kebangkitan di hari kemudian, agar waktu yang cukup lama dan panjang itu dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk menggoda dan menyesatkan Adam dan anak-cucunya selama hidup di dunia.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI · Daftar tafsir 114 surat
Untuk membaca keseluruhan 206 ayat, kunjungi halaman utama Surat Al-Araf lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, dan audio murottal tanpa iklan.