قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ
qul a‘ûdzu birabbil-falaq
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh)
Baca Surat Al-Falaq (Waktu Subuh — الفلق) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 5 ayat Makkiyah (Juz 30) — surat ke-113 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. Al-Falaq adalah surat perlindungan yang mengajarkan doa berlindung kepada Allah Tuhan yang menguasai subuh dari empat kejahatan: kejahatan makhluk ciptaan-Nya, kejahatan malam pekat, kejahatan para penyihir yang meniup buhul, dan kejahatan orang yang dengki. Bersama An-Nas disebut Al-Mu'awwidzatain yang disunahkan dibaca setiap pagi dan petang..
Surat Al-Falaq adalah surat Makkiyah menurut pendapat mayoritas ulama. Surat ini bersama surat An-Nas (Al-Mu'awwidzatain) turun berkenaan dengan peristiwa sihir yang dilakukan oleh Labid bin Al-A'sham, seorang Yahudi, terhadap Nabi ﷺ. Jibril alaihissalam turun memberitahu Nabi ﷺ dan memerintahkannya membaca kedua surat ini sebagai ruqyah, sehingga sihir tersebut terlepas.
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan An-Nasa'i
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ
qul a‘ûdzu birabbil-falaq
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh)
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ
min syarri mâ khalaq
dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ
wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab
dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ
wa min syarrin-naffâtsâti fil-‘uqad
dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَࣖ
wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
Anda baru saja membaca Surat Al-Falaq.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.
Al-Falaq adalah surat perlindungan yang mengajarkan doa berlindung kepada Allah Tuhan yang menguasai subuh dari empat kejahatan: kejahatan makhluk ciptaan-Nya, kejahatan malam pekat, kejahatan para penyihir yang meniup buhul, dan kejahatan orang yang dengki. Bersama An-Nas disebut Al-Mu'awwidzatain yang disunahkan dibaca setiap pagi dan petang. Surat Al-Falaq terdiri dari 5 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).
Surat Al-Falaq terdiri dari 5 ayat dan terdapat pada juz 30 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 1 menit.
Nama "Al-Falaq" (الفلق) berarti "Waktu Subuh" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-113 dalam urutan mushaf Al-Quran.
Surat Al-Falaq termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.
Surat Al-Falaq dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.
Nabi ﷺ bersabda: "Bacalah Qul A'udzu birabbil Falaq dan Qul A'udzu birabbin Nas, karena tidak ada permohonan perlindungan yang lebih baik dari keduanya." (HR. An-Nasa'i) Nabi ﷺ setiap malam sebelum tidur mengumpulkan kedua telapak tangan, meniupnya, lalu membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, kemudian mengusapkannya ke seluruh tubuh. Beliau melakukannya tiga kali. (HR. Bukhari) Surat Al-Falaq dan An-Nas (Al-Mu'awwidzatain) digunakan Nabi ﷺ sebagai ruqyah (doa penyembuhan) ketika beliau terkena sihir Labid bin Al-A'sham. (HR. Bukhari & Muslim)