Surat Al-Gasyiyah

Peristiwa Dahsyat•Makkiyah•26 ayat•Juz 30

Tentang Surat Al-Gasyiyah

Al-Gasyiyah menggambarkan peristiwa yang meliputi seluruh manusia pada hari kiamat, dengan membandingkan wajah penghuni neraka yang tertunduk hina dan penghuni surga yang berseri-seri penuh kenikmatan. Surat ini mengajak merenungi ciptaan Allah mulai dari unta, langit, gunung, dan bumi sebagai bukti kekuasaan-Nya, serta mengingatkan bahwa hisab ada di tangan Allah.

Sekilas Surat Al-Gasyiyah

Surat ke-88 ini terdiri dari 26 ayat dan termasuk surat Makkiyah, diturunkan setelah Surat Az-Zariyat. Namanya berarti peristiwa yang dahsyat, yang dimaksud adalah hari kiamat, diambil dari ayat pertama. Nabi sering membaca surat ini pada rakaat kedua shalat hari raya dan shalat Jumat.

Pokok isi Surat Al-Gasyiyah

  • Keadaan orang kafir pada hari kiamat dan azab yang menimpa mereka.
  • Keadaan orang beriman dan kenikmatan surga sebagai balasan bagi mereka.
  • Ajakan memperhatikan ciptaan Allah: unta, langit, gunung, dan bumi.
  • Rasulullah hanyalah pemberi peringatan, bukan penguasa atas iman mereka.

Hubungan dengan Surat Al-Fajr

Al-Gasyiyah menyebut wajah-wajah yang hina dan wajah-wajah yang berseri pada hari kiamat, lalu Al-Fajr memberi contoh kaum durhaka yang diazab, dan menyebut jiwa yang tenang (an-nafsul mutmainnah) yang kelak wajahnya berseri.

Diringkas dari Mukadimah Al-Qur'an dan Terjemahannya, Kementerian Agama RI.

Bacaan Surat Al-Gasyiyah Arab, Latin dan Artinya

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ

Hal atāka ḥadīṡul-gāsyiyah(ti).

Sudahkah sampai kepadamu berita tentang al-Gāsyiyah (hari Kiamat yang menutupi kesadaran manusia dengan kedahsyatannya)?

وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌ ۙ

Wujūhuy yauma'iżin khāsyi‘ah(tun).

Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina

عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ۙ

‘Āmilatun nāṣibah(tun).

(karena) berusaha keras (menghindari azab neraka) lagi kepayahan (karena dibelenggu).

تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ

Taṣlā nāran ḥāmiyah(tan).

Mereka memasuki api (neraka) yang sangat panas.

تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ

Tusqā min ‘ainin āniyah(tin).

(Mereka) diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.

لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ

Laisa lahum ṭa‘āmun illā min ḍarī‘(in).

Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,

لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ

Lā yusminu wa lā yugnī min jū‘(in).

yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاعِمَةٌ ۙ

Wujūhuy yauma'iżin nā‘imah(tun).

Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,

لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ ۙ

Lisa‘yihā rāḍiyah(tun).

merasa puas karena usahanya.

فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ

Fī jannatin ‘āliyah(tin).

(Mereka) dalam surga yang tinggi.

لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةً ۗ

Lā tasma‘u fīhā lāgiyah(tan).

Di sana kamu tidak mendengar (perkataan) yang tidak berguna.

فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ ۘ

Fīhā ‘ainun jāriyah(tun).

Di sana ada mata air yang mengalir.

فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌ ۙ

Fīhā sururum marfū‘ah(tun).

Di sana ada (pula) dipan-dipan yang ditinggikan,

وَّاَكْوَابٌ مَّوْضُوْعَةٌ ۙ

Wa akwābum mauḍū‘ah(tun).

gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),

وَّنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌ ۙ

Wa namāriqu maṣfūfah(tun).

bantal-bantal sandaran yang tersusun,

وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ ۗ

Wa zarābiyyu mabṡūṡah(tun).

dan permadani-permadani yang terhampar.

اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ

Afalā yanẓurūna ilal-ibili kaifa khuliqat.

Tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?

وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ

Wa ilas-samā'i kaifa rufi‘at.

Bagaimana langit ditinggikan?

وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ

Wa ilal-jibāli kaifa nuṣibat.

Bagaimana gunung-gunung ditegakkan?

وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۗ

Wa ilal-arḍi kaifa suṭiḥat.

Bagaimana pula bumi dihamparkan?

فَذَكِّرْۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُذَكِّرٌۙ

Fa żakkir, innamā anta mużakkir(un).

Maka, berilah peringatan karena sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan.

لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍۙ

Lasta ‘alaihim bimuṣaiṭir(in).

Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.

اِلَّا مَنْ تَوَلّٰى وَكَفَرَۙ

Illā man tawallā wa kafar(a).

Akan tetapi, orang yang berpaling dan kufur,

فَيُعَذِّبُهُ اللّٰهُ الْعَذَابَ الْاَكْبَرَۗ

Fa yu‘ażżibuhullāhul-‘ażābal-akbar(a).

Allah akan mengazabnya dengan azab yang paling besar.

اِنَّ اِلَيْنَآ اِيَابَهُمْ

Inna ilainā iyābahum.

Sesungguhnya kepada Kamilah mereka kembali.

ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ ࣖ

Ṡumma inna ‘alainā ḥisābahum.

Kemudian, sesungguhnya Kamilah yang berhak melakukan hisab (perhitungan) atas mereka.

Teks Arab, Latin, terjemahan, dan tafsir bersumber dari Kementerian Agama RI, dengan transliterasi mengikuti SKB Menteri Agama dan Menteri P dan K 1987 serta ejaan KBBI.

Daftar Surat Al-Quran Populer

Pertanyaan seputar Surat Al-Gasyiyah

Apa isi kandungan Surat Al-Gasyiyah?
Al-Gasyiyah menggambarkan peristiwa yang meliputi seluruh manusia pada hari kiamat, dengan membandingkan wajah penghuni neraka yang tertunduk hina dan penghuni surga yang berseri-seri penuh kenikmatan. Surat ini mengajak merenungi ciptaan Allah mulai dari unta, langit, gunung, dan bumi sebagai bukti kekuasaan-Nya, serta mengingatkan bahwa hisab ada di tangan Allah.
Surat Al-Gasyiyah ada berapa ayat?
Surat Al-Gasyiyah terdiri dari 26 ayat. Surat ke-88 ini termasuk surat Makkiyah dan terletak di juz 30, halaman 592 pada mushaf standar 604 halaman, setelah Surat Al-Ala dan sebelum Surat Al-Fajr.
Apa arti nama Surat Al-Gasyiyah?
Al-Gasyiyah (الغاشية) berarti “Peristiwa Dahsyat”. Kata ini disebut pada ayat 1: “Sudahkah sampai kepadamu berita tentang al-Gāsyiyah (hari Kiamat yang menutupi kesadaran manusia dengan kedahsyatannya)?”
Surat Al-Gasyiyah diturunkan setelah surat apa?
Menurut Mukadimah Al-Qur'an dan Terjemahannya (Kemenag), Surat Al-Gasyiyah diturunkan setelah Surat Az-Zariyat. Surat ini termasuk surat Makkiyah.