Surat Al-Infitar

Terbelah•Makkiyah•19 ayat•Juz 30

Tentang Surat Al-Infitar

Al-Infitar menggambarkan hari kiamat ketika langit terbelah, bintang-bintang berserakan, lautan meluap, dan kubur-kubur dibongkar sehingga setiap jiwa mengetahui apa yang telah dilakukan. Surat ini menegaskan keberadaan malaikat Kiraman Katibin yang selalu mencatat setiap amal baik dan buruk manusia tanpa terlewatkan satu pun.

Sekilas Surat Al-Infitar

Surat ke-82 ini terdiri dari 19 ayat dan termasuk surat Makkiyah, diturunkan setelah Surat An-Naziat. Namanya berarti terbelah, dari kata infatarat pada ayat pertama: ketika langit terbelah.

Pokok isi Surat Al-Infitar

  • Peristiwa hari kiamat: langit terbelah, bintang berserakan, lautan meluap, dan kubur-kubur dibongkar.
  • Teguran agar manusia tidak terpedaya hingga durhaka kepada Tuhannya Yang Maha Pemurah.
  • Malaikat-malaikat mulia yang menjaga dan mencatat amal manusia (kiraman katibin).
  • Pada hari kiamat tidak ada seorang pun yang dapat menolong orang lain, dan segala urusan hanya milik Allah.

Hubungan dengan Surat Al-Mutaffifin

Al-Infitar menyebut malaikat yang mencatat amal manusia, lalu Al-Mutaffifin menjelaskan isi catatan itu. Dua golongan manusia yang disebut singkat di Al-Infitar diuraikan lebih luas di Al-Mutaffifin.

Diringkas dari Mukadimah Al-Qur'an dan Terjemahannya, Kementerian Agama RI.

Bacaan Surat Al-Infitar Arab, Latin dan Artinya

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ

Iżas-samā'unfaṭarat.

Apabila langit terbelah,

وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ

Wa iżal-kawākibuntaṡarat.

apabila bintang-bintang jatuh berserakan,

وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ

Wa iżal-biḥāru fujjirat.

apabila lautan diluapkan,

وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ

Wa iżal-qubūru bu‘ṡirat.

dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ

‘Alimat nafsum mā qaddamat wa akhkharat.

setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(-nya).

يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ

Yā ayyuhal-insānu mā garraka birabbikal-karīm(i).

Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia,

الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَۙ

Allażī khalaqaka fa sawwāka fa ‘adalak(a).

yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang?

فِيْٓ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَاۤءَ رَكَّبَكَۗ

Fī ayyi ṣūratim mā syā'a rakkabak(a).

Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun (tubuh)-mu.

كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِالدِّيْنِۙ

Kallā bal tukażżibūna bid-dīn(i).

Jangan sekali-kali begitu! Bahkan, kamu mendustakan hari Pembalasan.

وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ

Wa inna ‘alaikum laḥāfiẓīn(a).

Sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) pengawas

كِرَامًا كٰتِبِيْنَۙ

Kirāman kātibīn(a).

yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (amal perbuatanmu).

يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ

Ya‘lamūna mā taf‘alūn(a).

Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ

Innal-abrāra lafī na‘īm(in).

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.

وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ

Wa innal-fujjāra lafī jaḥīm(in).

Sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam (neraka) Jahim.

يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّيْنِ

Yaṣlaunahā yaumad-dīn(i).

Mereka memasukinya pada hari Pembalasan.

وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَاۤىِٕبِيْنَۗ

Wa mā hum ‘anhā bigā'ibīn(a).

Mereka tidak mungkin keluar dari (neraka) itu.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۙ

Wa mā adrāka mā yaumud-dīn(i).

Tahukah engkau apakah hari Pembalasan itu?

ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۗ

Ṡumma mā adrāka mā yaumud-dīn(i).

Kemudian, tahukah engkau apakah hari Pembalasan itu?

يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔا ۗوَالْاَمْرُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِ ࣖ

Yauma lā tamliku nafsul linafsin syai'ā(n), wal-amru yauma'iżil lillāh(i).

(Itulah) hari (ketika) seseorang tidak berdaya (menolong) orang lain sedikit pun. Segala urusan pada hari itu adalah milik Allah.

Teks Arab, Latin, terjemahan, dan tafsir bersumber dari Kementerian Agama RI, dengan transliterasi mengikuti SKB Menteri Agama dan Menteri P dan K 1987 serta ejaan KBBI.

Daftar Surat Al-Quran Populer

Pertanyaan seputar Surat Al-Infitar

Apa isi kandungan Surat Al-Infitar?
Al-Infitar menggambarkan hari kiamat ketika langit terbelah, bintang-bintang berserakan, lautan meluap, dan kubur-kubur dibongkar sehingga setiap jiwa mengetahui apa yang telah dilakukan. Surat ini menegaskan keberadaan malaikat Kiraman Katibin yang selalu mencatat setiap amal baik dan buruk manusia tanpa terlewatkan satu pun.
Surat Al-Infitar ada berapa ayat?
Surat Al-Infitar terdiri dari 19 ayat. Surat ke-82 ini termasuk surat Makkiyah dan terletak di juz 30, halaman 587 pada mushaf standar 604 halaman, setelah Surat At-Takwir dan sebelum Surat Al-Mutaffifin.
Apa arti nama Surat Al-Infitar?
Al-Infitar (الإنفطار) berarti “Terbelah”.
Surat Al-Infitar diturunkan setelah surat apa?
Menurut Mukadimah Al-Qur'an dan Terjemahannya (Kemenag), Surat Al-Infitar diturunkan setelah Surat An-Naziat, dan sesudahnya turun Surat Al-Insyiqaq. Surat ini termasuk surat Makkiyah.