Surat Al Infitar

Terbelah • Makkiyah • 19 ayat

Tentang Surat Al-Infitar

Baca Surat Al-Infitar (Terbelah — الإنفطار) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 19 ayat Makkiyah (Juz 30) — surat ke-82 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. Al-Infitar menggambarkan hari kiamat ketika langit terbelah, bintang-bintang berserakan, lautan meluap, dan kubur-kubur dibongkar sehingga setiap jiwa mengetahui apa yang telah dilakukan. Surat ini menegaskan keberadaan malaikat Kiraman Katibin yang selalu mencatat setiap amal baik dan buruk manusia tanpa terlewatkan satu pun..

Tema Utama

  • Tanda-tanda Hari Kiamat: langit terbelah dan bintang berguguran
  • Malaikat Kiraman Katibin yang mencatat setiap amal manusia
  • Pemisahan antara orang-orang yang berbuat baik dan orang-orang yang durhaka
  • Kekuasaan mutlak Allah pada Hari Pembalasan (Yaumid Din)

Kandungan Surat

Ayat 1-5Kehancuran alam semesta — ketika langit terbelah, bintang-bintang berguguran, lautan meluap dan bercampur, serta kuburan-kuburan dibongkar, pada saat itulah setiap jiwa mengetahui apa yang telah dikerjakannya dan yang ditinggalkannya.
Ayat 6-8Keingkaran manusia — wahai manusia, apa yang memperdayakanmu dari Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang telah menciptakanmu, menyempurnakan kejadianmu, dan menjadikanmu seimbang dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki?
Ayat 9-12Malaikat pencatat amal — manusia justru mendustakan Hari Pembalasan, padahal ada malaikat-malaikat yang mulia lagi mencatat (Kiraman Katibin), yang mengetahui segala yang manusia kerjakan.
Ayat 13-19Dua golongan manusia — orang-orang yang berbuat baik (al-abrar) berada dalam kenikmatan surga, sedangkan orang-orang yang durhaka (al-fujjar) berada dalam neraka. Pada hari itu tidak ada seorang pun yang dapat menolong orang lain, dan segala urusan pada hari itu ada di tangan Allah semata.

Keutamaan

  • Nabi ﷺ bersabda: "Barang siapa ingin melihat Hari Kiamat seakan-akan dengan mata kepalanya, hendaklah ia membaca At-Takwir, Al-Infithar, dan Al-Insyiqaq." (HR. At-Tirmidzi & Ahmad)
  • Surat ini memuat penyebutan malaikat Kiraman Katibin (Yang Mulia lagi Mencatat) yang menjadi dasar keyakinan bahwa setiap amal manusia tercatat tanpa terkecuali.
  • Ayat terakhir menegaskan bahwa pada Hari Kiamat segala kekuasaan adalah milik Allah semata — tidak ada penolong, pemberi syafaat, maupun pelindung selain-Nya kecuali dengan izin-Nya.

Asbab Nuzul

Surat Al-Infitar adalah surat Makkiyah yang turun untuk mengingatkan kaum musyrikin Mekkah tentang Hari Kiamat dan pertanggungjawaban amal. Surat ini turun dalam konteks penolakan kaum Quraisy terhadap hari kebangkitan, dengan menggambarkan tanda-tanda kehancuran alam semesta dan menegaskan bahwa setiap perbuatan manusia dicatat oleh malaikat yang ditugaskan khusus untuk itu.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Sunan At-Tirmidzi, Musnad Ahmad

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ

idzas-samâ'unfatharat

Apabila langit terbelah,

2

وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ

wa idzal-kawâkibuntatsarat

apabila bintang-bintang jatuh berserakan,

3

وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ

wa idzal-biḫâru fujjirat

apabila lautan diluapkan,

4

وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ

wa idzal-qubûru bu‘tsirat

dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,

5

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ

‘alimat nafsum mâ qaddamat wa akhkharat

setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(-nya).

6

يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ

yâ ayyuhal-insânu mâ gharraka birabbikal-karîm

Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia,

7

الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَۙ

alladzî khalaqaka fa sawwâka fa ‘adalak

yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang?

8

فِيْٓ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَاۤءَ رَكَّبَكَۗ

fî ayyi shûratim mâ syâ'a rakkabak

Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun (tubuh)-mu.

9

كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِالدِّيْنِۙ

kallâ bal tukadzdzibûna bid-dîn

Jangan sekali-kali begitu! Bahkan, kamu mendustakan hari Pembalasan.

10

وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ

wa inna ‘alaikum laḫâfidhîn

Sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) pengawas

11

كِرَامًا كٰتِبِيْنَۙ

kirâmang kâtibîn

yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (amal perbuatanmu).

12

يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ

ya‘lamûna mâ taf‘alûn

Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

13

اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ

innal-abrâra lafî na‘îm

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.

14

وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ

wa innal-fujjâra lafî jaḫîm

Sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam (neraka) Jahim.

15

يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّيْنِ

yashlaunahâ yaumad-dîn

Mereka memasukinya pada hari Pembalasan.

16

وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَاۤىِٕبِيْنَۗ

wa mâ hum ‘an-hâ bighâ'ibîn

Mereka tidak mungkin keluar dari (neraka) itu.

17

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۙ

wa mâ adrâka mâ yaumud-dîn

Tahukah engkau apakah hari Pembalasan itu?

18

ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۗ

tsumma mâ adrâka mâ yaumud-dîn

Kemudian, tahukah engkau apakah hari Pembalasan itu?

19

يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔاۗ وَالْاَمْرُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِࣖ

yauma lâ tamliku nafsul linafsin syai'â, wal-amru yauma'idzil lillâh

(Itulah) hari (ketika) seseorang tidak berdaya (menolong) orang lain sedikit pun. Segala urusan pada hari itu adalah milik Allah.

Anda baru saja membaca Surat Al-Infitar.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat Al-Infitar

Apa isi kandungan Surat Al-Infitar?

Al-Infitar menggambarkan hari kiamat ketika langit terbelah, bintang-bintang berserakan, lautan meluap, dan kubur-kubur dibongkar sehingga setiap jiwa mengetahui apa yang telah dilakukan. Surat ini menegaskan keberadaan malaikat Kiraman Katibin yang selalu mencatat setiap amal baik dan buruk manusia tanpa terlewatkan satu pun. Surat Al-Infitar terdiri dari 19 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).

Berapa jumlah ayat Surat Al-Infitar?

Surat Al-Infitar terdiri dari 19 ayat dan terdapat pada juz 30 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 4 menit.

Mengapa surat ini dinamakan Al-Infitar (Terbelah)?

Nama "Al-Infitar" (الإنفطار) berarti "Terbelah" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-82 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat Al-Infitar Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Al-Infitar termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.

Kapan waktu terbaik membaca Surat Al-Infitar?

Surat Al-Infitar dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.

Apa keutamaan membaca Surat Al-Infitar?

Nabi ﷺ bersabda: "Barang siapa ingin melihat Hari Kiamat seakan-akan dengan mata kepalanya, hendaklah ia membaca At-Takwir, Al-Infithar, dan Al-Insyiqaq." (HR. At-Tirmidzi & Ahmad) Surat ini memuat penyebutan malaikat Kiraman Katibin (Yang Mulia lagi Mencatat) yang menjadi dasar keyakinan bahwa setiap amal manusia tercatat tanpa terkecuali. Ayat terakhir menegaskan bahwa pada Hari Kiamat segala kekuasaan adalah milik Allah semata — tidak ada penolong, pemberi syafaat, maupun pelindung selain-Nya kecuali dengan izin-Nya.