Surat Al Jumu'ah

Jumat • Madaniyah • 11 ayat

Tentang Surat Al-Jumu'ah

Baca Surat Al-Jumu'ah (Hari Jumat — الجمعة) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 11 ayat Madaniyah (Juz 28) — surat ke-62 dalam Al-Quran.

Al-Jumu'ah mewajibkan kaum laki-laki beriman untuk meninggalkan jual-beli dan segera menuju shalat Jumat saat adzan berkumandang, karena shalat Jumat lebih utama dari segala aktivitas duniawi. Surat ini juga menegaskan misi Nabi Muhammad yang diutus kepada kaum yang belum pernah didatangi rasul sebelumnya..

Tema Utama

  • Misi pengutusan Nabi Muhammad ﷺ kepada kaum yang ummi (buta huruf)
  • Kecaman terhadap Bani Israil yang diberi Taurat tetapi tidak mengamalkannya
  • Kewajiban shalat Jumat dan meninggalkan jual beli saat adzan berkumandang
  • Karunia Allah yang dilimpahkan melalui pengutusan Rasul dari kalangan mereka sendiri
  • Peringatan agar tidak terlena oleh perdagangan dan permainan saat shalat Jumat

Kandungan Surat

Ayat 1-4Pengutusan Rasulullah ﷺ — Allah mengutus seorang Rasul dari kalangan kaum ummi (yang tidak bisa baca tulis) untuk membacakan ayat-ayat-Nya, menyucikan mereka, dan mengajarkan Al-Kitab serta Al-Hikmah. Karunia ini adalah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki.
Ayat 5-8Perumpamaan Bani Israil — orang-orang Yahudi yang diberi Taurat tetapi tidak mengamalkannya diumpamakan seperti keledai yang membawa kitab-kitab tebal. Mereka diajak kepada kematian (untuk membuktikan klaim mereka sebagai kekasih Allah) tetapi tidak akan pernah mengharapkannya.
Ayat 9-11Kewajiban shalat Jumat — perintah untuk bergegas mengingat Allah dan meninggalkan jual beli ketika adzan Jumat dikumandangkan. Setelah shalat selesai, boleh bertebaran di muka bumi mencari karunia Allah. Teguran terhadap mereka yang meninggalkan khutbah karena melihat rombongan dagang.

Keutamaan

  • Memuat dasar hukum kewajiban shalat Jumat yang merupakan ibadah mingguan terpenting umat Islam.
  • Nabi ﷺ bersabda: "Hari Jumat adalah penghulu segala hari dan paling agung di sisi Allah, lebih agung dari hari raya Idul Adha dan Idul Fitri." (HR. Ibnu Majah)
  • Mengandung pujian agung terhadap misi kenabian Muhammad ﷺ sebagai pembawa rahmat dan ilmu bagi seluruh umat.
  • Ayat terakhir turun sebagai teguran ketika para sahabat meninggalkan Nabi ﷺ yang sedang berkhutbah untuk menyambut kafilah dagang — menjadi pelajaran tentang prioritas ibadah.

Asbab Nuzul

Surat Al-Jumu'ah turun di Madinah. Ayat-ayat awal turun untuk menjelaskan keagungan misi kenabian Muhammad ﷺ. Adapun ayat terakhir (ayat 11) turun berkaitan dengan peristiwa ketika Rasulullah ﷺ sedang berkhutbah Jumat, tiba-tiba datang rombongan kafilah dagang dari Syam yang dipimpin Dihyah Al-Kalbi. Rombongan itu membunyikan genderang, sehingga para sahabat berhamburan keluar meninggalkan Nabi ﷺ, dan hanya tersisa sekitar dua belas orang saja. Maka turunlah ayat teguran ini.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Ibnu Majah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

يُسَبِّحُ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ

yusabbiḫu lillâhi mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardlil-malikil-quddûsil-‘azîzil-ḫakîm

Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah Yang Maharaja, Mahasuci, Mahaperkasa, lagi Mahabijaksana.

2

هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ

huwalladzî ba‘atsa fil-ummiyyîna rasûlam min-hum yatlû ‘alaihim âyâtihî wa yuzakkîhim wa yu‘allimuhumul-kitâba wal-ḫikmata wa ing kânû ming qablu lafî dlalâlim mubîn

Dialah yang mengutus seorang Rasul (Nabi Muhammad) kepada kaum yang buta huruf dari (kalangan) mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, serta mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunah), meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

3

وَّاٰخَرِيْنَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوْا بِهِمْۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُۙ

wa âkharîna min-hum lammâ yal-ḫaqû bihim, wa huwal-‘azîzul-ḫakîm

(Allah juga mengutus Nabi Muhammad) kepada (kaum) selain mereka yang belum (datang) menyusul mereka. Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

4

ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

dzâlika fadllullâhi yu'tîhi may yasyâ', wallâhu dzul-fadllil-‘adhîm

Itulah karunia Allah yang dianugerahkan kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah memiliki karunia yang besar.

5

مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرٰىةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ اَسْفَارًاۗ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

matsalulladzîna ḫummilut-taurâta tsumma lam yaḫmilûhâ kamatsalil-ḫimâri yaḫmilu asfârâ, bi'sa matsalul-qaumilladzîna kadzdzabû bi'âyâtillâh, wallâhu lâ yahdil-qaumadh-dhâlimîn

Perumpamaan orang-orang yang dibebani tugas mengamalkan Taurat, kemudian tidak mengamalkannya, adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab (tebal tanpa mengerti kandungannya). Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

6

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ هَادُوْٓا اِنْ زَعَمْتُمْ اَنَّكُمْ اَوْلِيَاۤءُ لِلّٰهِ مِنْ دُوْنِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

qul yâ ayyuhalladzîna hâdû in za‘amtum annakum auliyâ'u lillâhi min dûnin-nâsi fa tamannawul-mauta ing kuntum shâdiqîn

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang Yahudi, jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih Allah (dan) bukan orang lain, harapkanlah kematianmu, jika kamu orang-orang benar.”

7

وَلَا يَتَمَنَّوْنَهٗٓ اَبَدًا ۢ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالظّٰلِمِيْنَ

wa lâ yatamannaunahû abadam bimâ qaddamat aidîhim, wallâhu ‘alîmum bidh-dhâlimîn

Mereka tidak akan mengharapkan kematian itu selamanya disebabkan apa (keburukan) yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.

8

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَࣖ

qul innal-mautalladzî tafirrûna min-hu fa innahû mulâqîkum tsumma turaddûna ilâ ‘âlimil-ghaibi wasy-syahâdati fa yunabbi'ukum bimâ kuntum ta‘malûn

Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya pasti akan menemuimu. Kamu kemudian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan.”

9

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ nûdiya lish-shalâti miy yaumil-jumu‘ati fas‘au ilâ dzikrillâhi wa dzarul baî‘, dzâlikum khairul lakum ing kuntum ta‘lamûn

Wahai orang-orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

10

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

fa idzâ qudliyatish-shalâtu fantasyirû fil-ardli wabtaghû min fadllillâhi wadzkurullâha katsîral la‘allakum tufliḫûn

Apabila salat (Jumat) telah dilaksanakan, bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.

11

وَاِذَا رَاَوْا تِجَارَةً اَوْ لَهْوًا ࣙانْفَضُّوْٓا اِلَيْهَا وَتَرَكُوْكَ قَاۤىِٕمًاۗ قُلْ مَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَࣖ

wa idzâ ra'au tijâratan au lahwaninfadldlû ilaihâ wa tarakûka qâ'imâ, qul mâ ‘indallâhi khairum minal-lahwi wa minat-tijârah, wallâhu khairur-râziqîn

Apabila (sebagian) mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera berpencar (menuju) padanya dan meninggalkan engkau (Nabi Muhammad) yang sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan.” Allah pemberi rezeki yang terbaik.

Anda baru saja membaca Surat Al-Jumu'ah.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat Al-Jumu'ah

Apa isi kandungan Surat Al-Jumu'ah?

Al-Jumu'ah mewajibkan kaum laki-laki beriman untuk meninggalkan jual-beli dan segera menuju shalat Jumat saat adzan berkumandang, karena shalat Jumat lebih utama dari segala aktivitas duniawi. Surat ini juga menegaskan misi Nabi Muhammad yang diutus kepada kaum yang belum pernah didatangi rasul sebelumnya. Surat Al-Jumu'ah terdiri dari 11 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyah (diturunkan di Madinah).

Berapa jumlah ayat Surat Al-Jumu'ah?

Surat Al-Jumu'ah terdiri dari 11 ayat dan terdapat pada juz 28 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 2 menit.

Mengapa surat ini dinamakan Al-Jumu'ah (Hari Jumat)?

Nama "Al-Jumu'ah" (الجمعة) berarti "Hari Jumat" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-62 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat Al-Jumu'ah Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Al-Jumu'ah termasuk golongan surat Madaniyah, yaitu surat yang diturunkan di Madinah. Surat Madaniyah umumnya memuat hukum-hukum syariat, aturan bermasyarakat, serta pedoman hubungan antarumat sebagai panduan hidup bernegara dan bermasyarakat.

Kapan waktu terbaik membaca Surat Al-Jumu'ah?

Surat Al-Jumu'ah dapat dibaca kapan saja. Sebagai surat Madaniyah yang memuat pedoman syariat dan kehidupan bermasyarakat, membacanya secara rutin membantu memahami hukum-hukum Islam yang terkandung di dalamnya.

Apa keutamaan membaca Surat Al-Jumu'ah?

Memuat dasar hukum kewajiban shalat Jumat yang merupakan ibadah mingguan terpenting umat Islam. Nabi ﷺ bersabda: "Hari Jumat adalah penghulu segala hari dan paling agung di sisi Allah, lebih agung dari hari raya Idul Adha dan Idul Fitri." (HR. Ibnu Majah) Mengandung pujian agung terhadap misi kenabian Muhammad ﷺ sebagai pembawa rahmat dan ilmu bagi seluruh umat. Ayat terakhir turun sebagai teguran ketika para sahabat meninggalkan Nabi ﷺ yang sedang berkhutbah untuk menyambut kafilah dagang — menjadi pelajaran tentang prioritas ibadah.

Apakah membaca Surat Al-Jumu'ah di LiteQuran benar-benar gratis dan tanpa iklan?

Ya, LiteQuran menyediakan Surat Al-Jumu'ah lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, tafsir, dan audio murottal secara 100% gratis dan tanpa iklan sama sekali. Halaman dimuat sangat cepat karena tidak ada script iklan yang memperlambat. Anda bisa fokus membaca Al-Quran tanpa gangguan pop-up atau banner iklan.