قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ
Qul yā ayyuhal-kāfirūn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir,
Orang-Orang Kafir•Makkiyah•6 ayat•Juz 30
Al-Kafirun menjadi pernyataan tegas Rasulullah kepada kaum kafir Quraisy yang menawarkan kompromi: menyembah Tuhan mereka setahun dan mereka akan menyembah Allah setahun. Surat ini menolak keras segala bentuk sinkretisme agama dengan pernyataan definitif 'Untukmu agamamu dan untukku agamaku', dan dibaca Nabi bersama Al-Ikhlas dalam dua rakaat sunnah sebelum Subuh.
Surat ke-109 ini terdiri dari 6 ayat dan termasuk surat Makkiyah, diturunkan setelah Surat Al-Maun. Namanya berarti orang-orang kafir, diambil dari ayat pertama.
Al-Kafirun menegaskan bahwa Rasulullah tidak akan mengikuti agama orang kafir, lalu An-Nasr mengabarkan bahwa agama yang beliau bawa akan berkembang dan menang.
Diringkas dari Mukadimah Al-Qur'an dan Terjemahannya, Kementerian Agama RI.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ
Qul yā ayyuhal-kāfirūn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir,
لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ
Lā a‘budu mā ta‘budūn(a).
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ
Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud(u).
Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.
وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ
Wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum.
Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ
Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud(u).
Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ
Lakum dīnukum wa liya dīn(i).
Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”
Teks Arab, Latin, terjemahan, dan tafsir bersumber dari Kementerian Agama RI, dengan transliterasi mengikuti SKB Menteri Agama dan Menteri P dan K 1987 serta ejaan KBBI.