Surat Al Munafiqun

Orang-Orang Munafik • Madaniyah • 11 ayat

Tentang Surat Al-Munafiqun

Baca Surat Al-Munafiqun (Orang-Orang Munafik — المنافقون) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 11 ayat Madaniyah (Juz 28) — surat ke-63 dalam Al-Quran.

Al-Munafiqun membuka kedok kaum munafik di Madinah yang bersumpah palsu, menghalangi orang dari jalan Allah, dan berencana mengusir Rasulullah dari kota. Surat ini memperingatkan bahwa kecintaan berlebihan pada harta dan anak bisa menjadi penghalang infak di jalan Allah dan melemahkan keimanan..

Tema Utama

  • Membongkar kedok orang-orang munafik dan sifat-sifat mereka
  • Sumpah palsu sebagai tameng kemunafikan
  • Penampilan luar yang menipu — fisik menawan tetapi hati kosong
  • Kecintaan munafik terhadap harta dan keengganan berinfak
  • Peringatan agar harta dan anak tidak melalaikan dari mengingat Allah

Kandungan Surat

Ayat 1-4Sifat-sifat munafik — orang munafik datang kepada Rasulullah ﷺ dan bersaksi bahwa beliau adalah utusan Allah, padahal mereka berdusta. Mereka menjadikan sumpah palsu sebagai tameng. Tubuh mereka menakjubkan dan ucapan mereka memikat, tetapi mereka bagaikan kayu yang tersandar (tidak berguna), dan mereka mengira setiap teriakan ditujukan kepada mereka karena ketakutan.
Ayat 5-6Keengganan munafik meminta ampun — ketika dikatakan kepada mereka: "Marilah, Rasulullah akan memohonkan ampun untukmu," mereka memalingkan kepala dan menyombongkan diri. Sama saja bagi mereka, dimohonkan ampun atau tidak, Allah tidak akan mengampuni mereka.
Ayat 7-8Perkataan keji Abdullah bin Ubay — orang-orang munafik berkata: "Jangan berinfak kepada orang-orang yang di sisi Rasulullah supaya mereka bubar." Mereka mengancam akan mengusir kaum Muhajirin dari Madinah, padahal kemuliaan hanya milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman.
Ayat 9-11Peringatan tentang harta dan anak — larangan agar harta dan anak-anak tidak melalaikan dari mengingat Allah. Perintah berinfak sebelum datang kematian, karena saat itu tidak ada lagi penundaan.

Keutamaan

  • Nabi ﷺ membaca surat Al-Munafiqun pada shalat Jumat bersama surat Al-Jumu'ah. (HR. Muslim)
  • Surat ini menjadi peringatan keras tentang bahaya kemunafikan yang merupakan penyakit paling berbahaya bagi umat Islam.
  • Mengandung pelajaran bahwa penampilan luar dan kepandaian bicara tidak menjamin kebenaran iman seseorang.
  • Memuat nasihat penting tentang berinfak sebelum ajal tiba — penyesalan di akhirat tidak akan berguna (ayat 10-11).

Asbab Nuzul

Surat Al-Munafiqun turun di Madinah setelah peristiwa Perang Bani Musthaliq (Ghazwah Al-Muraisi') pada tahun 5 atau 6 Hijriyah. Pada perang itu, terjadi perselisihan antara kaum Muhajirin dan Anshar, lalu Abdullah bin Ubay bin Salul (pemimpin munafik Madinah) berkata: "Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, orang yang mulia pasti akan mengusir orang yang hina." Zaid bin Arqam mendengar ucapan ini dan melaporkannya kepada Rasulullah ﷺ. Abdullah bin Ubay bersumpah bahwa ia tidak mengatakannya, tetapi Allah menurunkan surat ini untuk membongkar kedustaannya.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Tafsir Al-Qurthubi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

اِذَا جَاۤءَكَ الْمُنٰفِقُوْنَ قَالُوْا نَشْهَدُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُ اللّٰهِۘ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُهٗۗ وَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَكٰذِبُوْنَۚ

idzâ jâ'akal munâfiqûna qâlû nasy-hadu innaka larasûlullâh, wallâhu ya‘lamu innaka larasûluh, wallâhu yasy-hadu innal-munâfiqîna lakâdzibûn

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Nabi Muhammad), mereka berkata, “Kami bersaksi bahwa engkau adalah benar-benar utusan Allah.” Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar utusan-Nya. Allah pun bersaksi bahwa orang-orang munafik itu benar-benar para pendusta.

2

اِتَّخَذُوْٓا اَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ اِنَّهُمْ سَاۤءَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

ittakhadzû aimânahum junnatan fa shaddû ‘an sabîlillâh, innahum sâ'a mâ kânû ya‘malûn

Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai lalu mereka menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah. Sesungguhnya apa yang selalu mereka kerjakan itu sangatlah buruk.

3

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ اٰمَنُوْا ثُمَّ كَفَرُوْا فَطُبِعَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُوْنَ

dzâlika bi'annahum âmanû tsumma kafarû fa thubi‘a ‘alâ qulûbihim fa hum lâ yafqahûn

Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian kufur. Maka, hati mereka dikunci sehingga tidak dapat mengerti.

4

۞ وَاِذَا رَاَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ اَجْسَامُهُمْۗ وَاِنْ يَّقُوْلُوْا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْۗ كَاَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌۗ يَحْسَبُوْنَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْۗ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْۗ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُۖ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ

wa idzâ ra'aitahum tu‘jibuka ajsâmuhum, wa iy yaqûlû tasma‘ liqaulihim, ka'annahum khusyubum musannadah, yaḫsabûna kulla shaiḫatin ‘alaihim, humul-‘aduwwu faḫdzar-hum, qâtalahumullâhu annâ yu'fakûn

Apabila engkau melihat mereka, tubuhnya mengagumkanmu. Jika mereka bertutur kata, engkau mendengarkan tutur katanya (dengan saksama karena kefasihannya). Mereka bagaikan (seonggok) kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan (kutukan) ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya). Maka, waspadalah terhadap mereka. Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?

5

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ لَوَّوْا رُءُوْسَهُمْ وَرَاَيْتَهُمْ يَصُدُّوْنَ وَهُمْ مُّسْتَكْبِرُوْنَ

wa idzâ qîla lahum ta‘âlau yastaghfir lakum rasûlullâhi lawwau ru'ûsahum wa ra'aitahum yashuddûna wa hum mustakbirûn

Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (beriman) agar Rasulullah memohonkan ampunan bagimu,” mereka membuang muka dan engkau melihat mereka menolak (ajakan itu) sambil menyombongkan diri.

6

سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ اَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ اَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْۗ لَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ

sawâ'un ‘alaihim astaghfarta lahum am lam tastaghfir lahum, lay yaghfirallâhu lahum, innallâha lâ yahdil-qaumal-fâsiqîn

Sama saja bagi mereka apakah engkau (Nabi Muhammad) memohonkan ampunan untuk mereka atau tidak, Allah tidak akan mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum fasik.

7

هُمُ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ لَا تُنْفِقُوْا عَلٰى مَنْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ حَتّٰى يَنْفَضُّوْاۗ وَلِلّٰهِ خَزَاۤىِٕنُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۙ وَلٰكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَفْقَهُوْنَ

humulladzîna yaqûlûna lâ tunfiqû ‘alâ man ‘inda rasûlillâhi ḫattâ yanfadldlû, wa lillâhi khazâ'inus-samâwâti wal-ardli wa lâkinnal-munâfiqîna lâ yafqahûn

Merekalah orang-orang yang berkata (kepada kaum Ansar), “Janganlah bersedekah kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar (meninggalkan Rasulullah),” padahal milik Allahlah perbendaharaan langit dan bumi. Akan tetapi, orang-orang munafik itu tidak mengerti.

8

يَقُوْلُوْنَ لَىِٕنْ رَّجَعْنَآ اِلَى الْمَدِيْنَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْاَعَزُّ مِنْهَا الْاَذَلَّۗ وَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُوْلِهٖ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلٰكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَࣖ

yaqûlûna la'ir raja‘nâ ilal-madînati layukhrijannal-a‘azzu min-hal-adzall, wa lillâhil-‘izzatu wa lirasûlihî wa lil-mu'minîna wa lâkinnal-munâfiqîna lâ ya‘lamûn

Mereka berkata, “Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (dari perang Bani Mustaliq), pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana,” padahal kekuatan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Akan tetapi, orang-orang munafik itu tidak mengetahui.

9

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

yâ ayyuhalladzîna âmanû lâ tul-hikum amwâlukum wa lâ aulâdukum ‘an dzikrillâh, wa may yaf‘al dzâlika fa ulâ'ika humul-khâsirûn

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu membuatmu lalai dari mengingat Allah. Siapa yang berbuat demikian, mereka itulah orang-orang yang merugi.

10

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

wa anfiqû mimmâ razaqnâkum ming qabli ay ya'tiya aḫadakumul-mautu fa yaqûla rabbi lau lâ akhkhartanî ilâ ajaling qarîbin fa ashshaddaqa wa akum minash-shâliḫîn

Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antaramu. Dia lalu berkata (sambil menyesal), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)-ku sedikit waktu lagi, aku akan dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang saleh.”

11

وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَاۤءَ اَجَلُهَاۗ وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَࣖ

wa lay yu'akhkhirallâhu nafsan idzâ jâ'a ajaluhâ, wallâhu khabîrum bimâ ta‘malûn

Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Anda baru saja membaca Surat Al-Munafiqun.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat Al-Munafiqun

Apa isi kandungan Surat Al-Munafiqun?

Al-Munafiqun membuka kedok kaum munafik di Madinah yang bersumpah palsu, menghalangi orang dari jalan Allah, dan berencana mengusir Rasulullah dari kota. Surat ini memperingatkan bahwa kecintaan berlebihan pada harta dan anak bisa menjadi penghalang infak di jalan Allah dan melemahkan keimanan. Surat Al-Munafiqun terdiri dari 11 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyah (diturunkan di Madinah).

Berapa jumlah ayat Surat Al-Munafiqun?

Surat Al-Munafiqun terdiri dari 11 ayat dan terdapat pada juz 28 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 2 menit.

Mengapa surat ini dinamakan Al-Munafiqun (Orang-Orang Munafik)?

Nama "Al-Munafiqun" (المنافقون) berarti "Orang-Orang Munafik" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-63 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat Al-Munafiqun Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Al-Munafiqun termasuk golongan surat Madaniyah, yaitu surat yang diturunkan di Madinah. Surat Madaniyah umumnya memuat hukum-hukum syariat, aturan bermasyarakat, serta pedoman hubungan antarumat sebagai panduan hidup bernegara dan bermasyarakat.

Kapan waktu terbaik membaca Surat Al-Munafiqun?

Surat Al-Munafiqun dapat dibaca kapan saja. Sebagai surat Madaniyah yang memuat pedoman syariat dan kehidupan bermasyarakat, membacanya secara rutin membantu memahami hukum-hukum Islam yang terkandung di dalamnya.

Apa keutamaan membaca Surat Al-Munafiqun?

Nabi ﷺ membaca surat Al-Munafiqun pada shalat Jumat bersama surat Al-Jumu'ah. (HR. Muslim) Surat ini menjadi peringatan keras tentang bahaya kemunafikan yang merupakan penyakit paling berbahaya bagi umat Islam. Mengandung pelajaran bahwa penampilan luar dan kepandaian bicara tidak menjamin kebenaran iman seseorang. Memuat nasihat penting tentang berinfak sebelum ajal tiba — penyesalan di akhirat tidak akan berguna (ayat 10-11).

Apakah membaca Surat Al-Munafiqun di LiteQuran benar-benar gratis dan tanpa iklan?

Ya, LiteQuran menyediakan Surat Al-Munafiqun lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, tafsir, dan audio murottal secara 100% gratis dan tanpa iklan sama sekali. Halaman dimuat sangat cepat karena tidak ada script iklan yang memperlambat. Anda bisa fokus membaca Al-Quran tanpa gangguan pop-up atau banner iklan.