اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
iqtarabatis-sâ‘atu wansyaqqal-qamar
Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah.
Baca Surat Al-Qamar (Bulan — القمر) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 55 ayat Makkiyah (Juz 27) — surat ke-54 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. Al-Qamar diawali dengan penyebutan mukjizat terbelahnya bulan yang disaksikan oleh banyak orang namun tetap diingkari oleh kaum musyrikin Mekah. Surat ini mengulang empat kali pernyataan 'Sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran' dan mengisahkan azab yang menimpa kaum Nuh, Ad, Tsamud, dan Firaun..
Surat Al-Qamar termasuk surat Makkiyah yang turun setelah peristiwa terbelahnya bulan, salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad ﷺ di Mekkah. Kaum musyrikin Quraisy meminta Nabi ﷺ menunjukkan mukjizat, maka dengan izin Allah bulan terbelah menjadi dua bagian yang disaksikan banyak orang. Namun mereka tetap menolak dan menuduhnya sebagai sihir. Surat ini turun untuk mengabadikan peristiwa tersebut dan memperingatkan mereka dengan kisah-kisah umat terdahulu yang mengalami azab serupa akibat mendustakan rasul-rasul mereka.
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Muslim, Shahih Al-Bukhari, Tafsir Al-Qurthubi
اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
iqtarabatis-sâ‘atu wansyaqqal-qamar
Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah.
وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ
wa iy yarau âyatay yu‘ridlû wa yaqûlû siḫrum mustamirr
Jika mereka (kaum musyrik Makkah) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.”
وَكَذَّبُوْا وَاتَّبَعُوْٓا اَهْوَاۤءَهُمْ وَكُلُّ اَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ
wa kadzdzabû wattaba‘û ahwâ'ahum wa kullu amrim mustaqirr
Mereka mendustakan (Nabi Muhammad) dan mengikuti keinginan mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.
وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ مِّنَ الْاَنْبَاۤءِ مَا فِيْهِ مُزْدَجَرٌۙ
wa laqad jâ'ahum minal-ambâ'i mâ fîhi muzdajar
Sungguh, benar-benar telah datang kepada mereka beberapa berita yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap orang-orang kafir).
حِكْمَةٌ ۢ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُۙ
ḫikmatum bâlighatun fa mâ tughnin-nudzur
(Berita-berita itu adalah) hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka).
فَتَوَلَّ عَنْهُمْۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ اِلٰى شَيْءٍ نُّكُرٍۙ
fa tawalla ‘an-hum, yauma yad‘ud-dâ‘i ilâ syai'in nukur
Maka, berpalinglah (Nabi Muhammad) dari mereka. Pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) pada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari Pembalasan),
خُشَّعًا اَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ كَاَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنْتَشِرٌۙ
khusysya‘an abshâruhum yakhrujûna minal-ajdâtsi ka'annahum jarâdum muntasyir
pandangan mereka tertunduk. Mereka keluar (berhamburan) dari kubur seperti belalang yang beterbangan.
مُّهْطِعِيْنَ اِلَى الدَّاعِۗ يَقُوْلُ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ
muhthi‘îna ilad-dâ‘, yaqûlul-kâfirûna hâdzâ yaumun ‘asir
Mereka bersegera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit.”
۞ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ فَكَذَّبُوْا عَبْدَنَا وَقَالُوْا مَجْنُوْنٌ وَّازْدُجِرَ
kadzdzabat qablahum qaumu nûḫin fa kadzdzabû ‘abdanâ wa qâlû majnûnuw wazdujir
Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul). Mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, “(Dia) orang gila!” Dia pun dibentak (dengan cacian dan lainnya).
فَدَعَا رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ
fa da‘â rabbahû annî maghlûbun fantashir
Dia (Nuh) lalu mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).”
فَفَتَحْنَآ اَبْوَابَ السَّمَاۤءِ بِمَاۤءٍ مُّنْهَمِرٍۖ
fa fataḫnâ abwâbas-samâ'i bimâ'im mun-hamir
Lalu, Kami membukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.
وَّفَجَّرْنَا الْاَرْضَ عُيُوْنًا فَالْتَقَى الْمَاۤءُ عَلٰٓى اَمْرٍ قَدْ قُدِرَۚ
wa fajjarnal-ardla ‘uyûnan faltaqal-mâ'u ‘alâ amring qad qudir
Kami pun menjadikan bumi menyemburkan banyak mata air. Maka, berkumpullah semua air itu sehingga (meluap dan menimbulkan) bencana yang telah ditetapkan.
وَحَمَلْنٰهُ عَلٰى ذَاتِ اَلْوَاحٍ وَّدُسُرٍۙ
wa ḫamalnâhu ‘alâ dzâti alwâḫiw wa dusur
Kami mengangkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak
تَجْرِيْ بِاَعْيُنِنَاۚ جَزَاۤءً لِّمَنْ كَانَ كُفِرَ
tajrî bi'a‘yuninâ, jazâ'al limang kâna kufir
yang berlayar dengan pengawasan Kami sebagai balasan (kebaikan) bagi orang yang telah diingkari (kaumnya).
وَلَقَدْ تَّرَكْنٰهَآ اٰيَةً فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
wa laqat taraknâhâ âyatan fa hal mim muddakir
Sungguh, Kami benar-benar telah menjadikan (kapal) itu sebagai tanda (pelajaran). Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ
fa kaifa kâna ‘adzâbî wa nudzur
Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
wa laqad yassarnal-qur'âna lidz-dzikri fa hal mim muddakir
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ
kadzdzabat ‘âdun fa kaifa kâna ‘adzâbî wa nudzur
(Kaum) ‘Ad pun telah mendustakan (rasul mereka). Maka, betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا صَرْصَرًا فِيْ يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّۙ
innâ arsalnâ ‘alaihim rîḫan sharsharan fî yaumi naḫsim mustamirr
Sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus-menerus,
تَنْزِعُ النَّاسَۙ كَاَنَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنْقَعِرٍ
tanzi‘un-nâsa ka'annahum a‘jâzu nakhlim mungqa‘ir
yang membuat manusia bergelimpangan, seakan-akan mereka itu pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ
fa kaifa kâna ‘adzâbî wa nudzur
Maka, betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍࣖ
wa laqad yassarnal-qur'âna lidz-dzikri fa hal mim muddakir
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِالنُّذُرِ
kadzdzabats tsamûdu bin-nudzur
(Kaum) Samud pun telah mendustakan peringatan-peringatan.
فَقَالُوْٓا اَبَشَرًا مِّنَّا وَاحِدًا نَّتَّبِعُهٗٓۙ اِنَّآ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍ
fa qâlû abasyaram minnâ wâḫidan nattabi‘uhû innâ idzal lafî dlalâliw wa su‘ur
Mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila.
ءَاُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنْۢ بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ اَشِرٌ
a ulqiyadz-dzikru ‘alaihi mim baininâ bal huwa kadzdzâbun asyir
Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta lagi sombong.”
سَيَعْلَمُوْنَ غَدًا مَّنِ الْكَذَّابُ الْاَشِرُ
saya‘lamûna ghadam manil-kadzdzâbul-asyir
Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta lagi sombong itu.
اِنَّا مُرْسِلُوا النَّاقَةِ فِتْنَةً لَّهُمْ فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْۖ
innâ mursilun-nâqati fitnatal lahum fartaqib-hum washthabir
Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai ujian bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (wahai Saleh).
وَنَبِّئْهُمْ اَنَّ الْمَاۤءَ قِسْمَةٌ ۢ بَيْنَهُمْۚ كُلُّ شِرْبٍ مُّحْتَضَرٌ
wa nabbi'hum annal-mâ'a qismatum bainahum, kullu syirbim muḫtadlar
Beri tahulah mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu). Setiap pihak berhak mendapat giliran minum.
فَنَادَوْا صَاحِبَهُمْ فَتَعَاطٰى فَعَقَرَ
fa nâdau shâḫibahum fa ta‘âthâ fa ‘aqar
Mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan menyembelihnya.
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ
fa kaifa kâna ‘adzâbî wa nudzur
Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَكَانُوْا كَهَشِيْمِ الْمُحْتَظِرِ
innâ arsalnâ ‘alaihim shaiḫataw wâḫidatan fa kânû kahasyîmil-muḫtadhir
Kami mengirimkan atas mereka suara menggelegar satu kali. Maka, jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk milik pembuat kandang ternak.
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
wa laqad yassarnal-qur'âna lidz-dzikri fa hal mim muddakir
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطٍ ۢ بِالنُّذُرِ
kadzdzabat qaumu lûthim bin-nudzur
Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan-peringatan.
اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا اِلَّآ اٰلَ لُوْطٍۗ نَجَّيْنٰهُمْ بِسَحَرٍۙ
innâ arsalnâ ‘alaihim ḫâshiban illâ âla lûth, najjainâhum bisaḫar
Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka badai batu, kecuali pengikut Lut. Kami menyelamatkan mereka sebelum fajar menyingsing
نِّعْمَةً مِّنْ عِنْدِنَاۗ كَذٰلِكَ نَجْزِيْ مَنْ شَكَرَ
ni‘matam min ‘indinâ, kadzâlika najzî man syakar
sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
وَلَقَدْ اَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ
wa laqad andzarahum bathsyatanâ fa tamârau bin-nudzur
Sungguh, dia (Lut) benar-benar telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka membantah peringatan itu.
وَلَقَدْ رَاوَدُوْهُ عَنْ ضَيْفِهٖ فَطَمَسْنَآ اَعْيُنَهُمْ فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ
wa laqad râwadûhu ‘an dlaifihî fa thamasnâ a‘yunahum fa dzûqû ‘adzâbî wa nudzur
Sungguh, mereka benar-benar telah membujuknya berkali-kali (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka). Lalu, Kami butakan mata mereka. Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!
وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُّسْتَقِرٌّۚ
wa laqad shabbaḫahum bukratan ‘adzâbum mustaqirr
Sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang terus-menerus.
فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ
fa dzûqû ‘adzâbî wa nudzur
Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍࣖ
wa laqad yassarnal-qur'âna lidz-dzikri fa hal mim muddakir
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
وَلَقَدْ جَاۤءَ اٰلَ فِرْعَوْنَ النُّذُرُۚ
wa laqad jâ'a âla fir‘aunan-nudzur
Sungguh, berbagai peringatan benar-benar telah datang kepada pengikut Fir‘aun.
كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كُلِّهَا فَاَخَذْنٰهُمْ اَخْذَ عَزِيْزٍ مُّقْتَدِرٍ
kadzdzabû bi'âyâtinâ kullihâ fa'akhadznâhum akhdza ‘azîzim muqtadir
Mereka mendustakan semua tanda-tanda (kebesaran) Kami. Maka, Kami mengazab mereka dengan azab (Tuhan) Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.
اَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِّنْ اُولٰۤىِٕكُمْ اَمْ لَكُمْ بَرَاۤءَةٌ فِى الزُّبُرِۚ
a kuffârukum khairum min ulâ'ikum am lakum barâ'atun fiz-zubur
Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum Quraisy) lebih baik daripada mereka (kaum terdahulu) ataukah kamu telah mempunyai (jaminan) kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?
اَمْ يَقُوْلُوْنَ نَحْنُ جَمِيْعٌ مُّنْتَصِرٌ
am yaqûlûna naḫnu jamî‘um muntashir
Bahkan, apakah mereka mengatakan, “Kami adalah golongan yang pasti menang.”
سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّوْنَ الدُّبُرَ
sayuhzamul-jam‘u wa yuwallûnad-dubur
Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka berbalik ke belakang (mundur).
بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ اَدْهٰى وَاَمَرُّ
balis-sâ‘atu mau‘iduhum was-sâ‘atu ad-hâ wa amarr
Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka. Hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.
اِنَّ الْمُجْرِمِيْنَ فِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍۘ
innal-mujrimîna fî dlalâliw wa su‘ur
Sesungguhnya para pendurhaka berada dalam kesesatan dan akan berada dalam (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).
يَوْمَ يُسْحَبُوْنَ فِى النَّارِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْۗ ذُوْقُوْا مَسَّ سَقَرَ
yauma yus-ḫabûna fin-nâri ‘alâ wujûhihim, dzûqû massa saqar
Pada hari (ketika) mereka diseret ke neraka dengan wajah (tertelungkup), (dikatakan kepada mereka,) “Rasakanlah sentuhan (api neraka) Saqar.”
اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ
innâ kulla syai'in khalaqnâhu biqadar
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran.
وَمَآ اَمْرُنَآ اِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ ۢ بِالْبَصَرِ
wa mâ amrunâ illâ wâḫidatung kalam-ḫim bil-bashar
Perintah Kami (ketika menghendaki sesuatu) hanyalah (dengan perkataan) sekali saja seperti kejapan mata.
وَلَقَدْ اَهْلَكْنَآ اَشْيَاعَكُمْ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
wa laqad ahlaknâ asy-yâ‘akum fa hal mim muddakir
Sungguh, Kami benar-benar telah membinasakan orang yang (kekafirannya) serupa dengan kamu. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ
wa kullu syai'in fa‘alûhu fiz-zubur
Segala sesuatu yang telah mereka perbuat (tertulis) dalam buku-buku catatan (amal).
وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
wa kullu shaghîriw wa kabîrim mustathar
Segala (amalan) yang kecil atau yang besar (semuanya) tertulis (di Lauh Mahfuz).
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَهَرٍۙ
innal-muttaqîna fî jannâtiw wa nahar
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai
فِيْ مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيْكٍ مُّقْتَدِرٍࣖ
fî maq‘adi shidqin ‘inda malîkim muqtadir
di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Mahakuasa.
Anda baru saja membaca Surat Al-Qamar.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.
Al-Qamar diawali dengan penyebutan mukjizat terbelahnya bulan yang disaksikan oleh banyak orang namun tetap diingkari oleh kaum musyrikin Mekah. Surat ini mengulang empat kali pernyataan 'Sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran' dan mengisahkan azab yang menimpa kaum Nuh, Ad, Tsamud, dan Firaun. Surat Al-Qamar terdiri dari 55 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).
Surat Al-Qamar terdiri dari 55 ayat dan terdapat pada juz 27 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 11 menit.
Nama "Al-Qamar" (القمر) berarti "Bulan" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-54 dalam urutan mushaf Al-Quran.
Surat Al-Qamar termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.
Surat Al-Qamar dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.
Mengandung ayat 'Wa laqad yassarna Al-Qurana liz-zikri fahal min muddakir' (Sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran) yang diulang empat kali sebagai penegasan bahwa Al-Quran mudah dipahami. Mukjizat terbelahnya bulan yang disebutkan di awal surat menjadi salah satu bukti kenabian Muhammad ﷺ yang disaksikan langsung oleh penduduk Mekkah. Nabi ﷺ membaca surat Al-Qamar dan surat Qaf pada shalat Hari Raya (HR. Muslim). Surat ini memberikan pelajaran bahwa azab Allah datang dalam berbagai bentuk kepada umat-umat yang berbeda sebagai peringatan bagi generasi berikutnya.