Surat Al Qamar

Bulan • Makkiyah • 55 ayat

Tentang Surat Al-Qamar

Baca Surat Al-Qamar (Bulan — القمر) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 55 ayat Makkiyah (Juz 27) — surat ke-54 dalam Al-Quran yang bisa Anda akses dengan cepat, ringan, dan tanpa iklan. Al-Qamar diawali dengan penyebutan mukjizat terbelahnya bulan yang disaksikan oleh banyak orang namun tetap diingkari oleh kaum musyrikin Mekah. Surat ini mengulang empat kali pernyataan 'Sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran' dan mengisahkan azab yang menimpa kaum Nuh, Ad, Tsamud, dan Firaun..

Tema Utama

  • Mukjizat terbelahnya bulan sebagai tanda kekuasaan Allah
  • Kemudahan Al-Quran untuk dipelajari dan diambil pelajaran
  • Azab yang menimpa umat-umat terdahulu yang mendustakan rasul
  • Kepastian Hari Kiamat yang semakin dekat
  • Peringatan keras bagi orang-orang yang berpaling dari kebenaran

Kandungan Surat

Ayat 1-8Terbelahnya bulan dan penolakan kafir — kiamat semakin dekat dan bulan telah terbelah sebagai mukjizat nyata, namun kaum musyrikin tetap berpaling dan menganggapnya sihir belaka.
Ayat 9-17Azab kaum Nuh — kaum Nuh mendustakan hambanya, maka Allah membuka pintu-pintu langit dengan air yang tercurah dan memancarkan mata air dari bumi hingga mereka tenggelam. 'Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?'
Ayat 18-22Azab kaum Ad — kaum Ad mendustakan rasul mereka, maka Allah mengirimkan angin yang sangat dingin di hari nahas yang terus-menerus, mencabut manusia seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang.
Ayat 23-32Azab kaum Tsamud — kaum Tsamud mendustakan Nabi Saleh dan membunuh unta betina Allah yang menjadi mukjizat, maka Allah mengirimkan suara keras yang dahsyat sehingga mereka menjadi seperti rumput kering.
Ayat 33-40Azab kaum Luth — kaum Luth mendustakan peringatan rasul, maka Allah mengirimkan angin yang membawa batu-batu kerikil dan menghancurkan mereka kecuali keluarga Luth yang diselamatkan di waktu subuh.
Ayat 41-42Azab kaum Firaun — peringatan juga telah datang kepada kaum Firaun, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kekuasaan Allah, maka Allah mengazab mereka dengan azab Yang Maha Perkasa.
Ayat 43-55Peringatan dan ancaman — apakah orang-orang kafir di masa kini lebih baik dari umat-umat terdahulu? Segala sesuatu yang mereka perbuat tercatat dalam kitab, dan orang-orang bertakwa akan berada di taman surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Keutamaan

  • Mengandung ayat 'Wa laqad yassarna Al-Qurana liz-zikri fahal min muddakir' (Sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran) yang diulang empat kali sebagai penegasan bahwa Al-Quran mudah dipahami.
  • Mukjizat terbelahnya bulan yang disebutkan di awal surat menjadi salah satu bukti kenabian Muhammad ﷺ yang disaksikan langsung oleh penduduk Mekkah.
  • Nabi ﷺ membaca surat Al-Qamar dan surat Qaf pada shalat Hari Raya (HR. Muslim).
  • Surat ini memberikan pelajaran bahwa azab Allah datang dalam berbagai bentuk kepada umat-umat yang berbeda sebagai peringatan bagi generasi berikutnya.

Asbab Nuzul

Surat Al-Qamar termasuk surat Makkiyah yang turun setelah peristiwa terbelahnya bulan, salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad ﷺ di Mekkah. Kaum musyrikin Quraisy meminta Nabi ﷺ menunjukkan mukjizat, maka dengan izin Allah bulan terbelah menjadi dua bagian yang disaksikan banyak orang. Namun mereka tetap menolak dan menuduhnya sebagai sihir. Surat ini turun untuk mengabadikan peristiwa tersebut dan memperingatkan mereka dengan kisah-kisah umat terdahulu yang mengalami azab serupa akibat mendustakan rasul-rasul mereka.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Muslim, Shahih Al-Bukhari, Tafsir Al-Qurthubi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

iqtarabatis-sâ‘atu wansyaqqal-qamar

Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah.

2

وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ

wa iy yarau âyatay yu‘ridlû wa yaqûlû siḫrum mustamirr

Jika mereka (kaum musyrik Makkah) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.”

3

وَكَذَّبُوْا وَاتَّبَعُوْٓا اَهْوَاۤءَهُمْ وَكُلُّ اَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ

wa kadzdzabû wattaba‘û ahwâ'ahum wa kullu amrim mustaqirr

Mereka mendustakan (Nabi Muhammad) dan mengikuti keinginan mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.

4

وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ مِّنَ الْاَنْبَاۤءِ مَا فِيْهِ مُزْدَجَرٌۙ

wa laqad jâ'ahum minal-ambâ'i mâ fîhi muzdajar

Sungguh, benar-benar telah datang kepada mereka beberapa berita yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap orang-orang kafir).

5

حِكْمَةٌ ۢ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُۙ

ḫikmatum bâlighatun fa mâ tughnin-nudzur

(Berita-berita itu adalah) hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka).

6

فَتَوَلَّ عَنْهُمْۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ اِلٰى شَيْءٍ نُّكُرٍۙ

fa tawalla ‘an-hum, yauma yad‘ud-dâ‘i ilâ syai'in nukur

Maka, berpalinglah (Nabi Muhammad) dari mereka. Pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) pada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari Pembalasan),

7

خُشَّعًا اَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ كَاَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنْتَشِرٌۙ

khusysya‘an abshâruhum yakhrujûna minal-ajdâtsi ka'annahum jarâdum muntasyir

pandangan mereka tertunduk. Mereka keluar (berhamburan) dari kubur seperti belalang yang beterbangan.

8

مُّهْطِعِيْنَ اِلَى الدَّاعِۗ يَقُوْلُ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ

muhthi‘îna ilad-dâ‘, yaqûlul-kâfirûna hâdzâ yaumun ‘asir

Mereka bersegera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit.”

9

۞ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ فَكَذَّبُوْا عَبْدَنَا وَقَالُوْا مَجْنُوْنٌ وَّازْدُجِرَ

kadzdzabat qablahum qaumu nûḫin fa kadzdzabû ‘abdanâ wa qâlû majnûnuw wazdujir

Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul). Mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, “(Dia) orang gila!” Dia pun dibentak (dengan cacian dan lainnya).

10

فَدَعَا رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ

fa da‘â rabbahû annî maghlûbun fantashir

Dia (Nuh) lalu mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).”

11

فَفَتَحْنَآ اَبْوَابَ السَّمَاۤءِ بِمَاۤءٍ مُّنْهَمِرٍۖ

fa fataḫnâ abwâbas-samâ'i bimâ'im mun-hamir

Lalu, Kami membukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.

12

وَّفَجَّرْنَا الْاَرْضَ عُيُوْنًا فَالْتَقَى الْمَاۤءُ عَلٰٓى اَمْرٍ قَدْ قُدِرَۚ

wa fajjarnal-ardla ‘uyûnan faltaqal-mâ'u ‘alâ amring qad qudir

Kami pun menjadikan bumi menyemburkan banyak mata air. Maka, berkumpullah semua air itu sehingga (meluap dan menimbulkan) bencana yang telah ditetapkan.

13

وَحَمَلْنٰهُ عَلٰى ذَاتِ اَلْوَاحٍ وَّدُسُرٍۙ

wa ḫamalnâhu ‘alâ dzâti alwâḫiw wa dusur

Kami mengangkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak

14

تَجْرِيْ بِاَعْيُنِنَاۚ جَزَاۤءً لِّمَنْ كَانَ كُفِرَ

tajrî bi'a‘yuninâ, jazâ'al limang kâna kufir

yang berlayar dengan pengawasan Kami sebagai balasan (kebaikan) bagi orang yang telah diingkari (kaumnya).

15

وَلَقَدْ تَّرَكْنٰهَآ اٰيَةً فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

wa laqat taraknâhâ âyatan fa hal mim muddakir

Sungguh, Kami benar-benar telah menjadikan (kapal) itu sebagai tanda (pelajaran). Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

16

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

fa kaifa kâna ‘adzâbî wa nudzur

Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!

17

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur'âna lidz-dzikri fa hal mim muddakir

Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

18

كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

kadzdzabat ‘âdun fa kaifa kâna ‘adzâbî wa nudzur

(Kaum) ‘Ad pun telah mendustakan (rasul mereka). Maka, betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!

19

اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا صَرْصَرًا فِيْ يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّۙ

innâ arsalnâ ‘alaihim rîḫan sharsharan fî yaumi naḫsim mustamirr

Sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus-menerus,

20

تَنْزِعُ النَّاسَۙ كَاَنَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنْقَعِرٍ

tanzi‘un-nâsa ka'annahum a‘jâzu nakhlim mungqa‘ir

yang membuat manusia bergelimpangan, seakan-akan mereka itu pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.

21

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

fa kaifa kâna ‘adzâbî wa nudzur

Maka, betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!

22

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍࣖ

wa laqad yassarnal-qur'âna lidz-dzikri fa hal mim muddakir

Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

23

كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِالنُّذُرِ

kadzdzabats tsamûdu bin-nudzur

(Kaum) Samud pun telah mendustakan peringatan-peringatan.

24

فَقَالُوْٓا اَبَشَرًا مِّنَّا وَاحِدًا نَّتَّبِعُهٗٓۙ اِنَّآ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍ

fa qâlû abasyaram minnâ wâḫidan nattabi‘uhû innâ idzal lafî dlalâliw wa su‘ur

Mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila.

25

ءَاُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنْۢ بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ اَشِرٌ

a ulqiyadz-dzikru ‘alaihi mim baininâ bal huwa kadzdzâbun asyir

Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta lagi sombong.”

26

سَيَعْلَمُوْنَ غَدًا مَّنِ الْكَذَّابُ الْاَشِرُ

saya‘lamûna ghadam manil-kadzdzâbul-asyir

Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta lagi sombong itu.

27

اِنَّا مُرْسِلُوا النَّاقَةِ فِتْنَةً لَّهُمْ فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْۖ

innâ mursilun-nâqati fitnatal lahum fartaqib-hum washthabir

Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai ujian bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (wahai Saleh).

28

وَنَبِّئْهُمْ اَنَّ الْمَاۤءَ قِسْمَةٌ ۢ بَيْنَهُمْۚ كُلُّ شِرْبٍ مُّحْتَضَرٌ

wa nabbi'hum annal-mâ'a qismatum bainahum, kullu syirbim muḫtadlar

Beri tahulah mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu). Setiap pihak berhak mendapat giliran minum.

29

فَنَادَوْا صَاحِبَهُمْ فَتَعَاطٰى فَعَقَرَ

fa nâdau shâḫibahum fa ta‘âthâ fa ‘aqar

Mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan menyembelihnya.

30

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

fa kaifa kâna ‘adzâbî wa nudzur

Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!

31

اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَكَانُوْا كَهَشِيْمِ الْمُحْتَظِرِ

innâ arsalnâ ‘alaihim shaiḫataw wâḫidatan fa kânû kahasyîmil-muḫtadhir

Kami mengirimkan atas mereka suara menggelegar satu kali. Maka, jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk milik pembuat kandang ternak.

32

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur'âna lidz-dzikri fa hal mim muddakir

Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

33

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطٍ ۢ بِالنُّذُرِ

kadzdzabat qaumu lûthim bin-nudzur

Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan-peringatan.

34

اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا اِلَّآ اٰلَ لُوْطٍۗ نَجَّيْنٰهُمْ بِسَحَرٍۙ

innâ arsalnâ ‘alaihim ḫâshiban illâ âla lûth, najjainâhum bisaḫar

Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka badai batu, kecuali pengikut Lut. Kami menyelamatkan mereka sebelum fajar menyingsing

35

نِّعْمَةً مِّنْ عِنْدِنَاۗ كَذٰلِكَ نَجْزِيْ مَنْ شَكَرَ

ni‘matam min ‘indinâ, kadzâlika najzî man syakar

sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

36

وَلَقَدْ اَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ

wa laqad andzarahum bathsyatanâ fa tamârau bin-nudzur

Sungguh, dia (Lut) benar-benar telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka membantah peringatan itu.

37

وَلَقَدْ رَاوَدُوْهُ عَنْ ضَيْفِهٖ فَطَمَسْنَآ اَعْيُنَهُمْ فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ

wa laqad râwadûhu ‘an dlaifihî fa thamasnâ a‘yunahum fa dzûqû ‘adzâbî wa nudzur

Sungguh, mereka benar-benar telah membujuknya berkali-kali (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka). Lalu, Kami butakan mata mereka. Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!

38

وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُّسْتَقِرٌّۚ

wa laqad shabbaḫahum bukratan ‘adzâbum mustaqirr

Sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang terus-menerus.

39

فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ

fa dzûqû ‘adzâbî wa nudzur

Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!

40

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍࣖ

wa laqad yassarnal-qur'âna lidz-dzikri fa hal mim muddakir

Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

41

وَلَقَدْ جَاۤءَ اٰلَ فِرْعَوْنَ النُّذُرُۚ

wa laqad jâ'a âla fir‘aunan-nudzur

Sungguh, berbagai peringatan benar-benar telah datang kepada pengikut Fir‘aun.

42

كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كُلِّهَا فَاَخَذْنٰهُمْ اَخْذَ عَزِيْزٍ مُّقْتَدِرٍ

kadzdzabû bi'âyâtinâ kullihâ fa'akhadznâhum akhdza ‘azîzim muqtadir

Mereka mendustakan semua tanda-tanda (kebesaran) Kami. Maka, Kami mengazab mereka dengan azab (Tuhan) Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.

43

اَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِّنْ اُولٰۤىِٕكُمْ اَمْ لَكُمْ بَرَاۤءَةٌ فِى الزُّبُرِۚ

a kuffârukum khairum min ulâ'ikum am lakum barâ'atun fiz-zubur

Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum Quraisy) lebih baik daripada mereka (kaum terdahulu) ataukah kamu telah mempunyai (jaminan) kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?

44

اَمْ يَقُوْلُوْنَ نَحْنُ جَمِيْعٌ مُّنْتَصِرٌ

am yaqûlûna naḫnu jamî‘um muntashir

Bahkan, apakah mereka mengatakan, “Kami adalah golongan yang pasti menang.”

45

سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّوْنَ الدُّبُرَ

sayuhzamul-jam‘u wa yuwallûnad-dubur

Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka berbalik ke belakang (mundur).

46

بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ اَدْهٰى وَاَمَرُّ

balis-sâ‘atu mau‘iduhum was-sâ‘atu ad-hâ wa amarr

Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka. Hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.

47

اِنَّ الْمُجْرِمِيْنَ فِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍۘ

innal-mujrimîna fî dlalâliw wa su‘ur

Sesungguhnya para pendurhaka berada dalam kesesatan dan akan berada dalam (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).

48

يَوْمَ يُسْحَبُوْنَ فِى النَّارِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْۗ ذُوْقُوْا مَسَّ سَقَرَ

yauma yus-ḫabûna fin-nâri ‘alâ wujûhihim, dzûqû massa saqar

Pada hari (ketika) mereka diseret ke neraka dengan wajah (tertelungkup), (dikatakan kepada mereka,) “Rasakanlah sentuhan (api neraka) Saqar.”

49

اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ

innâ kulla syai'in khalaqnâhu biqadar

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran.

50

وَمَآ اَمْرُنَآ اِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ ۢ بِالْبَصَرِ

wa mâ amrunâ illâ wâḫidatung kalam-ḫim bil-bashar

Perintah Kami (ketika menghendaki sesuatu) hanyalah (dengan perkataan) sekali saja seperti kejapan mata.

51

وَلَقَدْ اَهْلَكْنَآ اَشْيَاعَكُمْ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

wa laqad ahlaknâ asy-yâ‘akum fa hal mim muddakir

Sungguh, Kami benar-benar telah membinasakan orang yang (kekafirannya) serupa dengan kamu. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

52

وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ

wa kullu syai'in fa‘alûhu fiz-zubur

Segala sesuatu yang telah mereka perbuat (tertulis) dalam buku-buku catatan (amal).

53

وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ

wa kullu shaghîriw wa kabîrim mustathar

Segala (amalan) yang kecil atau yang besar (semuanya) tertulis (di Lauh Mahfuz).

54

اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَهَرٍۙ

innal-muttaqîna fî jannâtiw wa nahar

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai

55

فِيْ مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيْكٍ مُّقْتَدِرٍࣖ

fî maq‘adi shidqin ‘inda malîkim muqtadir

di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Mahakuasa.

Anda baru saja membaca Surat Al-Qamar.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat Al-Qamar

Apa isi kandungan Surat Al-Qamar?

Al-Qamar diawali dengan penyebutan mukjizat terbelahnya bulan yang disaksikan oleh banyak orang namun tetap diingkari oleh kaum musyrikin Mekah. Surat ini mengulang empat kali pernyataan 'Sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran' dan mengisahkan azab yang menimpa kaum Nuh, Ad, Tsamud, dan Firaun. Surat Al-Qamar terdiri dari 55 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).

Berapa jumlah ayat Surat Al-Qamar?

Surat Al-Qamar terdiri dari 55 ayat dan terdapat pada juz 27 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 11 menit.

Mengapa surat ini dinamakan Al-Qamar (Bulan)?

Nama "Al-Qamar" (القمر) berarti "Bulan" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-54 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat Al-Qamar Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Al-Qamar termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.

Kapan waktu terbaik membaca Surat Al-Qamar?

Surat Al-Qamar dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.

Apa keutamaan membaca Surat Al-Qamar?

Mengandung ayat 'Wa laqad yassarna Al-Qurana liz-zikri fahal min muddakir' (Sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran) yang diulang empat kali sebagai penegasan bahwa Al-Quran mudah dipahami. Mukjizat terbelahnya bulan yang disebutkan di awal surat menjadi salah satu bukti kenabian Muhammad ﷺ yang disaksikan langsung oleh penduduk Mekkah. Nabi ﷺ membaca surat Al-Qamar dan surat Qaf pada shalat Hari Raya (HR. Muslim). Surat ini memberikan pelajaran bahwa azab Allah datang dalam berbagai bentuk kepada umat-umat yang berbeda sebagai peringatan bagi generasi berikutnya.